Wednesday, 15 June 2016

STUDI LAPANGAN ANALISIS USAHA LONTONG




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Pendirian Usaha
Di kawasan jalan Williem Iskandar pasar 5 barat  selain penduduk setempat , ada beberapa  sekolah dan universitas di wilayah ini . Dengan adanya  beberapa sekolah dan universitas di kawasan ini sudah tentu terdapat banyak akademisi maupun pengajar . Sebelum memulai aktivitas  mereka di pada pagi hari biasanya masyarakat dan para akademisi maupun pengajar mencari makanan dari pedagang sekitar tempat aktivitas mereka karena belum sempat sarapan dari rumah mereka . Salah satu alternatifnya adalah dengan ‘berburu’ sarapan lontong dengan alasan efisiensi biaya karena harga sarapan lontong cukup terjangkau bagi setiap kalangan  .  Berangkat dari hal ini, seorang wanita lansia yang kini berusia 58 tahun dan kerap di juluki ‘’nenek lontong’’ melihat  ada sebuah peluang usaha, sehingga dia memetuskan mengeluti usaha sarapan lontong di Jln.Wiliam Iskandar pasar 5 barat sejak tahun  2002  lalu .
Adapun ruang lingkup usaha nenek lontong ini adalah daerah kawasan Jln.wiliam iskandar pasar 5/depan Masjid unimed. Dan target pasar usaha nenek lontong ini bukan hanya mahasiswa tetapi juga masyarakat umum. Tetapi pada dasarnya konsumen nenek lontong ini adalah kebanyakan mahasiswa, yaitu mahasiswa yang  tidak sempat memasak di rumah kos-kosannya ataupun mahasiswa yang masuk pagi, dan juga di karenakan harganya yang ekonomis yang dapat dijangkau oleh mahasiswa.
Usaha nenek lontong ini merupakan usaha kecil milik perorangan. Usaha lontong ini berdiri sejak tahun 2002 hingga sekarang. Nenek yang memiliki usaha ini tinggal di Jln.Pimpinan No.4 Pancing Medan. Usaha lontong ini buka mulai pukul  07.00 Wib sampai pukul 11.00 Wib, dan usaha lontong ini berjalan hanya mulai hari senin sampai sabtu, pada hari minggu nenek ini tutup.




BAB II
HASIL ANALISIS
1.      ANALISIS PULANG POKOK (BEP)
Break Event Point (BEP), atau lebih dikenal dengan titik pulang pokok adalah sesuatu kondisi dimana jumlah pendapatan dan jumlah pengeluaran adalah seimbang. Secara umum perhitungan analisa pulang Pokok adalah menyamakan nilai Total Pendapatan (TR) dan Nilai Total Biaya (TC).
Dalam bahasa umum, BEP dapat disebut juga sebagai Titik Pulang Pokok. Titik Pulang pokok memiliki makna saat/kapan modal yang digunakan akan kembali. Dalam menghitung “saat atau kapan” ini, ada dua metode penghitungan yang dapat kita pilih yaitu saat jumlah produksi mencapai berapa unit dalam hal ini disingkat dengan (Q) ? Atau saat total penjualan mencapai berapa harga berapa rupiah atau disingkat dengan (P)?
Adapun rumus/formula dari dua metode tersebut diatas adalah sebagai berikut :
1.      BEP-Unit        = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)
2.      BEP-Rupiah    = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)
Penjelasan Rumus :
a.       BEP Unit / Rupiah =  Titik pulang pokok
b.      Biaya Tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang berproduksi seperti biaya gaji karyawan, biaya penyusutan peratalan usaha, biaya asuransi. Dll.
c.       Biaya Variable adalah biaya yang jumlahnya akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah produksi. Misalnya bahan baku, bahan bakar, biaya listrik dll
d.      Harga per unit adalah harga jual barang atau jasa yang dihasilkan.
e.       Biaya Variable per unit adalah total biaya variable dibagi dengan jumlah unit yang di produksi atau dengan kata lain biaya rata-rata per unit.
f.       Margin Kontribusi per unit adalah selisih harga jual per unit dengan biaya variable per unit.
Sebuah usaha yang diberi nama “Nenek Lontong” memiliki data-data biaya dan rencana produksi seperti berikut ini :
1)      Biaya Tetap perbulan adalah sebesar Rp.1.400.000,00 yaitu terdiri dari :
Biaya Gaji Pegawai                                                     = Rp 1.300.000,00
Biaya Pengadaan peralatan                                         = Rp    100.000,00
2)      Biaya Variable per Unit Rp. 4.000.00 yaitu terdiri dari :
Biaya Bahan Baku                                                      = Rp 3.000,00
Biaya Lain                                                                   = Rp 1.000,00
3)      Harga Jual per Unit Rp.7,000
Sekarang mari kita hitung berapa tingkat BEP usaha tersebut baik dalam unit maupun dalam rupiah :
BEP unit adalah
= Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)
= Rp.1.400.000 / (Rp.7.000 – Rp.4.000)
= Rp.1.400.000 / Rp.3000
= 466, 67 Unit

BEP Rupiah adalah
= Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per unit : Harga per unit)
= Rp.1.400.000 / (Rp 3.000 : Rp. 7.000)
= Rp.1.400.000 / 0,428
= Rp 3.271.028,04
Penjelasan perhitungan BEP :
Untuk dapat beroperasi dalam kondisi BEP yaitu laba nol, usaha “Nenek Lontong” harus dapat menghasilkan produk sebanyak 466,67 unit dengan harga Rp 7.000 unit, maka jumlah penjualannya akan menjadi Rp 3.271.028,04
Aplikasi BEP untuk penghitungan target laba.
Dengan mengetahui kapan perusahaan melewati tingkat BEP, maka sebagai manager atau pemilik usaha Nenek Lontong akan dapat menghitung berapa minimal penjualan untuk mendapatkan laba yang ditargetkan, yaitu dengan cara menambahkan laba yang ditargetkan tersebut dengan biaya tetap yang dimiliki.
Misalkan target laba anda sebulan adalah Rp 5.200.000 maka minimal penjualan yang anda harus capai adalah sebagai berikut :
BEP – Laba = (Biaya Tetap + Target Laba) / (Harga per unit – Biaya Variable per unit)
BEP – Laba = (Rp.1.400.000 + Rp.5.200.000) / (Rp 7.000 – Rp.4.000)
BEP – Laba = Rp.6.600.000 / Rp.3.000
BEP – Laba = 2.200 unit atau
BEP – Laba = Rp.15.400.000 (2.200 unit x Rp.7.000)
Mari kita buktikan perhitungan tersebut diatas, apakah benar dengan menjual sebanyak 2.200 unit Usaha Nenek Lontong akan mendapatkan laba sebesar Rp.5.200.000
A
Penjualan (2.200 unit x Rp.7.000)
Rp.15.400.000
B
Dikurangi :



1. Biaya Tetap
Rp.1.400.000


2. Biaya Variable (2.200 x Rp.4.000)
Rp.8.800.000


Total Biaya

Rp.   10.200.000
C
Laba / (Rugi)

Rp.     5.200.000











2.      ANALISIS SWOT
Lontong merupakan makanan khas Indonesia yang cukup digemari masyarakat dan mudah di temukan dimana saja. Lontong yang memiliki cita rasa yang khas menjadi salah satu makanan favorit yang banyak diminati  oleh masyarakat. Sehingga muncullah keinginan kami untuk mengadakan penelitian  terhadap salah seorang pedagang  lontong di kawasan Jln Williem Iskandar pasar V Barat . Berdasarkan  penelitian yang sudah  kami lakukan kepada Nenek Lontong , Berikut akan kami jelaskan  hasil  dari analisis SWOT yang telah kami lakukan:
A.    Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weaknesses) Lontong
Analisis kekuatan (streght) dan kelemahan (weakneses) suatu organisasi atau bisnis bertujuan untuk mengidentifikasi factor internal (dalam) yang mempengaruhi keberlangsungan dari bisnis yang dijalankan.
Analisis kekuatan (streght) dan kelemahan (weakneses) yang dimiliki oleh  nenek lontong adalah sebagai berikut:
1.      Strength (Kekuatan)
Strength adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program yang bersifat internal.
Kekuatan yang dimiliki Nek Lontong adalah sebagai berikut:



a.       Konsistensi dan Inovasi
Nenek lontong hanya menyediakan satu macam jenis  produk yaitu  lontong  sayur namun dengan inovasi varian sayur yang berbeda sehingga akan menjadi ciri khas produk ini dan membuat konsumen lebih tertarik untuk mencoba dan membeli karena rasanya tidak monoton .
b.      Rasa
Lontong yang dijual memiliki rasa yang khas , kuah lontong sayurnya terlihat menarik dan lezat  karena warna keemasan yang dihasilkan dari kunyit yang dipadukan dengan santan kental membuat pelanggan ketagihan mengkonsumsi lontong sayur Nek Lontong  .
c.       Lokasi strategis
Lokasi warung sarapan lontongnya letaknya sangat strategis karena berada tidak jauh dari pinggir jalan raya dan gerbang 4 Universitas Negeri Medan  sehingga mudah dijangkau oleh konsumen, baik itu dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
d.      Pelayanan
Selama 14 tahun membuka warung Nek Lontong di kenal ramah ,baik, dan sopan dalam bertutur kata kepada pelanggannya sehingga membuat konsumen merasa nyaman.
e.       Kepercayaan konsumen
Kepercayaan konsumen terhadap usaha Nek Lontong menjadi salah satu kekuatan untuk tetap berdiri dan menjalankan usahanya.

2.      Weaknesses (Kelemahan)
            Weaknesses adalah kegiatan-kegiatan perusahaan yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan tetapi tidak dimiliki oleh perusahaan. Kelemahan itu terkadang lebih mudah dilihat daripada sebuah kekuatan, namun ada beberapa hal yang menjadikan kelemahan itu tidak diberikan solusi yang tepat karena tidak memaksimalkan kekuatan yang sudah ada.
Kelemahan yang dimiliki  Nek Lontong adalah sebagai berikut:
a.       Produk hanya satu jenis
Produk yang ditawarkan hanya satu jenis, hal ini dapat menjadi kekuatan dari bisnis ini, namun juga dapat menjadikan kelemahan, jika selera konsumen terus berubah, bukan tidak mungkin produk ini akan di tinggalkan dan beralih ke produk lain yang lebih inovasi.
b.      Produk Nek lontong masa Expirednya singkat
Lontong ini mempunyai masa expired yang relatif singkat yaitu hanya 1 hari dan akan segera basi jika tidak dipanaskan kembai karena kuahnya di campurkan dengan santan yang kental .
c.       Harga
Harga lontong sayur Nek Lontong sangat ekonomis yaitu Rp 7000/ porsi plus segelas air mineral gratis sehingga konsumennya berasal dari setiap kalangan masyarakat .

B.       Peluang (Opportunity) dan Ancaman (Threat)  
Analisis peluang (opportunity) dan ancaman (threat) suatu organisasi atau bisnis bertujuan untuk mengidentifikasi factor eksternal/lingkungan yang mempengaruhi keberlangsungan dari bisnis yang dijalankan.

1.      Opportunities (Peluang)
            Opportunity adalah faktor positif yang muncul dari lingkungan dan memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memanfaatkan. Opportunity tidak hanya berupa kebijakan atau peluang dalam hal ini mendapatkan modal berupa uang, akan tetapi bisa juga berupa respon masyarakat atau isu yang diangkat.
Peluang yang dimiliki warung nek lontong adalah sebagai berikut:
a.       Selera
Lontong sayur buatan Nek Lontong sangat sesuai dengan ‘’ lidah “ masyarakat sekitar , di tambah varian sayur yang berubah-ubah setiap harinya mulai dari labu siam sampai nangka dan wortel.




b.       Persaingan
Melihat dari persaingan peluang bisnis ini akan sangat menjanjikan sekali selama selera masyarakat tetap sama ,  Meski saingan Nek Lontong banyak namun pelanggan lebih menyukai lontong sayur buatannya .
2.      Threats (Ancaman)
            Threats adalah factor negatif  dari lingkungan yang memberikan hambatan bagi berkembangnya atau berjalannya sebuah perusahaan.
Ancaman utama yang dihadapi Nek Lontong berasal dari competitor (pesaing) produk  sarapan pagi yang berbeda jenis yaitu mie balap . Beberapa ancaman tersebut adalah:
a.  Keadaan Tempat
Warung Nek lontong yang terletak di pinggir jalan dan hanya mengandalkan tenda biru menjadi ancaman yang serius bagi usaha Nek Lontong karena  banyak pihak lain yang memiliki tempat yang lebih layak .
b.      Adanya warung sarapan lain
Bukan tidak mungkin suatu hari kelak masyarakat lebih memilih sarapan yang lain dikarena adanya rasa jenuh karena produk yang ditawarkan hanya sejenis .












BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
·         Dalam memulai usaha,dapat dimulai dari hal yang kecil /usaha kecil, namun harus memiliki kekuatan yang dapat membuat usaha kita tetap bertahan.
·         Pelayanan yang baik kepada para pelanggan,memberi dampak positif kepada usaha kita meski banyak saingan usaha kita.
·         Dalam melakukan usaha, sangat perlu diperhatikan letak yang strategis,kualitas produk yang kita jual,serta target pasar yang kan kita capai.
·         Kreatifitas dan ide – ide baru perlu apresiasikan,untuk menanggulangi persaingan dengan usaha lain,agar usaha kita tetap berjalan dan para pelanggan tetap merasa nyaman dan jenuh akan keadaan yang monoton.



B.     SARAN
Adapun yang menjadi saran kami sebagai peneliti untuk nenek lontong, agar memperhatikan kebersihan dan kualitas warung lontong,dan tetap konsekuen dengan khas lontongyang selama ini dikenal pelanggan,serta menciptakan kreasi – kreasi baru yang inovatif agar tetap mampu mempertahankan usaha lontong ini,melihat semakin banyak saingan rumah makan yang lebih memadai.
Dan untuk para peneliti,harus mampu belajar dari usaha dan kerjakeras nenek lontong dalam memulai usaha,dalam memulai usaha harus dimulai dari kerja keras dan kemauan,dan jangan pernah berfikir dalam memulai usaha itu tidak harus dengan modal yang besar,tetapi bagaimana kita melihat peluang yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Nara Sumber             : Ibu Suryani
Tempat Tinggal         : Jln.Pimpinan No.4


LAMPIRAN

NO
NAMA
NIM
KETERANGAN
1
Febrina Ginting
7133141025
Aktif
2
Hotmauli L.Tobing
7132141019
Aktif
3
Marta Habeahan
7133141061
Aktif
4
Ovelia Sinurat
7133141079
Aktif
5
Tiohohu Ketaren
7131141120
Aktif
6
Veronica L.Gaol
7131141122
Aktif















1 comment:

  1. terimakasih atas informasi sekaligus ilmunya yang dibagikan dalam artikel ini Kak, cukup menarik...
    Aplikasi Kasir Android Gratis

    ReplyDelete