BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pendirian Usaha
Di kawasan jalan Williem Iskandar pasar 5 barat selain
penduduk setempat , ada
beberapa sekolah dan universitas di wilayah ini . Dengan adanya beberapa sekolah dan universitas di kawasan
ini sudah tentu terdapat banyak akademisi maupun
pengajar . Sebelum memulai aktivitas mereka di pada
pagi hari biasanya
masyarakat dan para akademisi maupun pengajar mencari makanan dari pedagang sekitar tempat aktivitas mereka karena
belum sempat sarapan dari rumah
mereka . Salah satu alternatifnya adalah dengan ‘berburu’
sarapan lontong dengan alasan
efisiensi biaya karena harga sarapan lontong cukup terjangkau bagi setiap
kalangan . Berangkat dari
hal ini, seorang wanita
lansia yang kini berusia 58 tahun dan kerap di juluki ‘’nenek
lontong’’
melihat ada sebuah peluang usaha, sehingga dia memetuskan mengeluti usaha sarapan
lontong di Jln.Wiliam Iskandar pasar 5 barat sejak tahun
2002 lalu .
Adapun ruang lingkup usaha nenek lontong ini adalah
daerah kawasan Jln.wiliam iskandar pasar 5/depan Masjid unimed. Dan target
pasar usaha nenek lontong ini bukan hanya mahasiswa tetapi juga masyarakat
umum. Tetapi pada dasarnya konsumen nenek lontong ini adalah kebanyakan
mahasiswa, yaitu mahasiswa yang tidak
sempat memasak di rumah kos-kosannya ataupun mahasiswa yang masuk pagi, dan
juga di karenakan harganya yang ekonomis yang dapat dijangkau oleh mahasiswa.
Usaha nenek lontong ini merupakan usaha kecil milik
perorangan. Usaha lontong ini berdiri sejak tahun 2002 hingga sekarang. Nenek
yang memiliki usaha ini tinggal di Jln.Pimpinan No.4 Pancing Medan. Usaha
lontong ini buka mulai pukul 07.00 Wib
sampai pukul 11.00 Wib, dan usaha lontong ini berjalan hanya mulai hari senin
sampai sabtu, pada hari minggu nenek ini tutup.
BAB II
HASIL ANALISIS
1. ANALISIS PULANG POKOK (BEP)
Break Event Point (BEP), atau lebih dikenal dengan titik
pulang pokok adalah sesuatu kondisi dimana jumlah pendapatan dan jumlah
pengeluaran adalah seimbang. Secara umum perhitungan analisa pulang Pokok
adalah menyamakan nilai Total Pendapatan (TR) dan Nilai Total Biaya (TC).
Dalam bahasa umum, BEP dapat disebut juga sebagai Titik
Pulang Pokok. Titik Pulang pokok memiliki makna saat/kapan modal
yang digunakan akan kembali. Dalam menghitung “saat atau kapan” ini, ada
dua metode penghitungan yang dapat kita pilih yaitu saat jumlah produksi
mencapai berapa unit dalam hal ini disingkat dengan (Q) ? Atau saat
total penjualan mencapai berapa harga berapa rupiah atau disingkat dengan (P)?
Adapun rumus/formula dari dua metode
tersebut diatas adalah sebagai berikut :
1.
BEP-Unit
= (Biaya Tetap) / (Harga per unit –
Biaya Variable per Unit)
2.
BEP-Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per
unit / Harga per Unit)
Penjelasan Rumus :
a.
BEP
Unit / Rupiah
= Titik pulang pokok
b.
Biaya
Tetap adalah
biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang berproduksi seperti
biaya gaji karyawan, biaya penyusutan peratalan usaha, biaya asuransi. Dll.
c.
Biaya
Variable adalah
biaya yang jumlahnya akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah produksi.
Misalnya bahan baku, bahan bakar, biaya listrik dll
d.
Harga
per unit adalah
harga jual barang atau jasa yang dihasilkan.
e.
Biaya
Variable per unit adalah
total biaya variable dibagi dengan jumlah unit yang di produksi atau dengan kata
lain biaya rata-rata per unit.
f.
Margin
Kontribusi per unit adalah
selisih harga jual per unit dengan biaya variable per unit.
Sebuah usaha yang diberi nama “Nenek Lontong” memiliki
data-data biaya dan rencana produksi seperti berikut ini :
1)
Biaya
Tetap perbulan adalah sebesar Rp.1.400.000,00 yaitu terdiri dari :
Biaya
Gaji Pegawai =
Rp 1.300.000,00
Biaya
Pengadaan peralatan =
Rp 100.000,00
2)
Biaya
Variable per Unit Rp. 4.000.00 yaitu terdiri dari :
Biaya
Bahan Baku =
Rp 3.000,00
Biaya
Lain = Rp 1.000,00
3)
Harga
Jual per Unit Rp.7,000
Sekarang mari kita hitung berapa tingkat BEP usaha tersebut
baik dalam unit maupun dalam rupiah :
BEP unit adalah
=
Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)
=
Rp.1.400.000 / (Rp.7.000 – Rp.4.000)
=
Rp.1.400.000 / Rp.3000
=
466, 67 Unit
BEP Rupiah adalah
=
Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per unit : Harga per unit)
=
Rp.1.400.000 / (Rp 3.000 : Rp. 7.000)
=
Rp.1.400.000 / 0,428
=
Rp 3.271.028,04
Penjelasan perhitungan BEP :
Untuk dapat beroperasi dalam kondisi BEP yaitu laba nol,
usaha “Nenek Lontong” harus dapat menghasilkan produk sebanyak 466,67 unit
dengan harga Rp 7.000 unit, maka jumlah penjualannya akan menjadi Rp
3.271.028,04
Aplikasi BEP untuk penghitungan target laba.
Dengan mengetahui kapan perusahaan melewati tingkat BEP,
maka sebagai manager atau pemilik usaha Nenek Lontong akan dapat menghitung
berapa minimal penjualan untuk mendapatkan laba yang ditargetkan, yaitu dengan
cara menambahkan laba yang ditargetkan tersebut dengan biaya tetap yang dimiliki.
Misalkan target laba anda sebulan adalah Rp 5.200.000 maka
minimal penjualan yang anda harus capai adalah sebagai berikut :
BEP
– Laba = (Biaya Tetap + Target Laba) / (Harga per unit – Biaya Variable per
unit)
BEP
– Laba = (Rp.1.400.000 + Rp.5.200.000) / (Rp 7.000 – Rp.4.000)
BEP
– Laba = Rp.6.600.000 / Rp.3.000
BEP
– Laba = 2.200 unit atau
BEP
– Laba = Rp.15.400.000 (2.200 unit x Rp.7.000)
Mari kita buktikan perhitungan tersebut diatas, apakah benar
dengan menjual sebanyak 2.200 unit Usaha Nenek Lontong akan mendapatkan laba
sebesar Rp.5.200.000
A
|
Penjualan
(2.200 unit x Rp.7.000)
|
Rp.15.400.000
|
||
B
|
Dikurangi
:
|
|||
1.
Biaya Tetap
|
Rp.1.400.000
|
|||
2.
Biaya Variable (2.200 x Rp.4.000)
|
Rp.8.800.000
|
|||
Total
Biaya
|
Rp.
10.200.000
|
|||
C
|
Laba
/ (Rugi)
|
Rp.
5.200.000
|
||
2.
ANALISIS
SWOT
Lontong merupakan makanan khas
Indonesia yang cukup digemari masyarakat dan mudah di temukan dimana saja. Lontong yang memiliki
cita rasa yang khas menjadi salah satu
makanan favorit yang banyak
diminati oleh masyarakat. Sehingga muncullah keinginan kami untuk mengadakan penelitian terhadap
salah seorang pedagang lontong di
kawasan Jln Williem Iskandar pasar V Barat . Berdasarkan penelitian yang sudah kami lakukan kepada Nenek Lontong , Berikut akan kami jelaskan hasil dari analisis SWOT yang telah kami lakukan:
A.
Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weaknesses) Lontong
Analisis kekuatan
(streght) dan kelemahan (weakneses) suatu organisasi atau bisnis bertujuan
untuk mengidentifikasi factor internal (dalam) yang mempengaruhi
keberlangsungan dari bisnis yang dijalankan.
Analisis kekuatan
(streght) dan kelemahan (weakneses)
yang dimiliki oleh nenek lontong adalah sebagai berikut:
1. Strength
(Kekuatan)
Strength adalah situasi atau kondisi
yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program yang bersifat internal.
Kekuatan yang dimiliki Nek Lontong
adalah sebagai berikut:
a.
Konsistensi dan Inovasi
Nenek
lontong hanya menyediakan satu macam jenis produk yaitu lontong
sayur namun dengan
inovasi varian sayur yang berbeda sehingga
akan menjadi ciri khas produk ini dan membuat konsumen lebih tertarik untuk
mencoba dan membeli karena rasanya tidak monoton .
b.
Rasa
Lontong yang
dijual memiliki rasa yang khas , kuah lontong
sayurnya terlihat menarik dan lezat
karena warna keemasan yang dihasilkan dari kunyit yang dipadukan dengan
santan kental membuat pelanggan ketagihan mengkonsumsi lontong sayur Nek
Lontong .
c.
Lokasi strategis
Lokasi warung sarapan lontongnya letaknya sangat strategis karena berada tidak jauh dari pinggir jalan raya dan gerbang 4 Universitas
Negeri Medan sehingga mudah dijangkau oleh
konsumen, baik itu dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
d.
Pelayanan
Selama 14 tahun
membuka warung Nek Lontong di kenal ramah ,baik, dan sopan dalam bertutur kata kepada
pelanggannya sehingga
membuat konsumen merasa nyaman.
e.
Kepercayaan
konsumen
Kepercayaan konsumen terhadap usaha Nek Lontong menjadi salah satu kekuatan
untuk tetap berdiri dan menjalankan usahanya.
2. Weaknesses
(Kelemahan)
Weaknesses
adalah kegiatan-kegiatan perusahaan yang tidak berjalan dengan baik atau sumber
daya yang dibutuhkan oleh perusahaan tetapi tidak dimiliki oleh perusahaan.
Kelemahan itu terkadang lebih mudah dilihat daripada sebuah kekuatan, namun ada
beberapa hal yang menjadikan kelemahan itu tidak diberikan solusi yang tepat
karena tidak memaksimalkan kekuatan yang sudah ada.
Kelemahan yang dimiliki Nek Lontong adalah
sebagai berikut:
a.
Produk hanya satu jenis
Produk yang
ditawarkan hanya satu jenis, hal ini dapat menjadi kekuatan dari bisnis ini,
namun juga dapat menjadikan kelemahan, jika selera konsumen terus berubah, bukan tidak
mungkin produk ini akan di tinggalkan dan beralih ke produk lain yang lebih
inovasi.
b.
Produk Nek
lontong masa Expirednya singkat
Lontong ini mempunyai masa expired yang relatif singkat yaitu hanya 1 hari dan akan segera basi jika tidak
dipanaskan kembai karena kuahnya di campurkan dengan santan yang kental .
c.
Harga
Harga lontong sayur Nek Lontong sangat ekonomis yaitu Rp 7000/ porsi plus segelas air mineral gratis sehingga konsumennya
berasal dari setiap kalangan masyarakat .
B. Peluang
(Opportunity) dan Ancaman (Threat)
Analisis peluang (opportunity) dan ancaman (threat) suatu organisasi atau
bisnis bertujuan untuk mengidentifikasi factor eksternal/lingkungan yang mempengaruhi
keberlangsungan dari bisnis yang dijalankan.
1.
Opportunities (Peluang)
Opportunity
adalah faktor positif yang muncul dari lingkungan dan memberikan kesempatan
bagi perusahaan untuk memanfaatkan. Opportunity tidak hanya berupa kebijakan
atau peluang dalam hal ini mendapatkan modal berupa uang, akan tetapi bisa juga
berupa respon masyarakat atau isu yang diangkat.
Peluang yang dimiliki warung nek lontong adalah
sebagai berikut:
a.
Selera
Lontong sayur
buatan Nek Lontong sangat sesuai dengan ‘’ lidah “ masyarakat sekitar , di
tambah varian sayur yang berubah-ubah setiap harinya mulai dari labu siam
sampai nangka dan wortel.
b.
Persaingan
Melihat dari persaingan peluang
bisnis ini akan sangat menjanjikan sekali selama selera masyarakat tetap sama , Meski saingan Nek Lontong banyak namun
pelanggan lebih menyukai lontong sayur buatannya .
2.
Threats (Ancaman)
Threats
adalah factor negatif dari lingkungan yang memberikan hambatan bagi
berkembangnya atau berjalannya sebuah perusahaan.
Ancaman utama yang dihadapi Nek Lontong berasal dari competitor (pesaing) produk sarapan pagi yang berbeda jenis
yaitu mie balap . Beberapa ancaman tersebut adalah:
a. Keadaan
Tempat
Warung Nek lontong yang terletak di pinggir jalan dan hanya mengandalkan
tenda biru menjadi ancaman yang serius bagi usaha Nek Lontong karena banyak pihak lain yang memiliki tempat
yang lebih layak .
b.
Adanya warung sarapan
lain
Bukan tidak mungkin suatu hari kelak masyarakat lebih memilih sarapan yang
lain dikarena adanya rasa jenuh karena produk yang ditawarkan hanya sejenis .
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
·
Dalam memulai usaha,dapat dimulai dari
hal yang kecil /usaha kecil, namun harus memiliki kekuatan yang dapat membuat
usaha kita tetap bertahan.
·
Pelayanan yang baik kepada para
pelanggan,memberi dampak positif kepada usaha kita meski banyak saingan usaha kita.
·
Dalam melakukan usaha, sangat perlu
diperhatikan letak yang strategis,kualitas produk yang kita jual,serta target
pasar yang kan kita capai.
·
Kreatifitas dan ide – ide baru perlu
apresiasikan,untuk menanggulangi persaingan dengan usaha lain,agar usaha kita
tetap berjalan dan para pelanggan tetap merasa nyaman dan jenuh akan keadaan
yang monoton.
B. SARAN
Adapun
yang menjadi saran kami sebagai peneliti untuk nenek lontong, agar
memperhatikan kebersihan dan kualitas warung lontong,dan tetap konsekuen dengan
khas lontongyang selama ini dikenal pelanggan,serta menciptakan kreasi – kreasi
baru yang inovatif agar tetap mampu mempertahankan usaha lontong ini,melihat
semakin banyak saingan rumah makan yang lebih memadai.
Dan
untuk para peneliti,harus mampu belajar dari usaha dan kerjakeras nenek lontong
dalam memulai usaha,dalam memulai usaha harus dimulai dari kerja keras dan
kemauan,dan jangan pernah berfikir dalam memulai usaha itu tidak harus dengan
modal yang besar,tetapi bagaimana kita melihat peluang yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Nara
Sumber : Ibu Suryani
Tempat
Tinggal : Jln.Pimpinan No.4
LAMPIRAN
NO
|
NAMA
|
NIM
|
KETERANGAN
|
1
|
Febrina
Ginting
|
7133141025
|
Aktif
|
2
|
Hotmauli
L.Tobing
|
7132141019
|
Aktif
|
3
|
Marta
Habeahan
|
7133141061
|
Aktif
|
4
|
Ovelia
Sinurat
|
7133141079
|
Aktif
|
5
|
Tiohohu
Ketaren
|
7131141120
|
Aktif
|
6
|
Veronica
L.Gaol
|
7131141122
|
Aktif
|
terimakasih atas informasi sekaligus ilmunya yang dibagikan dalam artikel ini Kak, cukup menarik...
ReplyDeleteAplikasi Kasir Android Gratis