BUNGA LENGKAP
DAN TIDAK LENGKAP
Bunga lengkap
Bunga
lengkap adalah bunga yang memiliki enam bagian dasar bunga antara lain tangkai,
putik, benangsari, mahkota, mahkota, dan tangkai.
Sehingga
disebut sebagai bunga lengkap, karena bagian utama atau dasar dimiliki oleh
bunga tersebut. Pada umumnya, memiliki dua alat produksi yaitu putik dan benang
sari.
Contoh Bunga Lengkap
BUnga Bakung
BUnga Sepatu
BUnga Bakung
BUnga Sepatu
Bunga tidak lengkap
Bunga
tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki salah satu dari enam bagian
dasar bunga. Sehingga disebut sebagai bunga tidak sempurna, karena salah satu
bagian tersebut tidak ada atau tidak dimiliki. Pada umumnya, hanya memiliki
satu alat produksi saja. Contohnya hanay memiliki putik saja, atau hanya
memiliki benang sari saja.
Contoh
Bunga Tidak Lengkap
BUnga Kamboja
Bunga Kelapa
BUnga Kamboja
Bunga Kelapa
BUNGA SEMPURNA
DAN BUNGA TIDAK SEMPURNA
Bagian-bagian
bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga disebut bunga sempurna bila
memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama
dalam satu organ. Bunga sempurna disebut bunga banci atau hermafrodit. Organ
reproduksi betina pada bunga adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya
terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum,
jamak ovula) yang membawa gamet betina di dalam kantung embrio. Pada ujung
putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen.
Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal
buah.
Bunga
sempurna mempunyai hampir seluruh bagian-bagian bunga. Baik bagian steril
maupun bagian fertil. Khusus bagian fertinya bunga sempurna harus mempunyai
kedua jenis alat kelamin, alat jantan dan alat betina yang berupa benang sari
dan putik. Contoh bunga sempurna adalah bunga sepatu, bunga kopi, bunga jambu,
dll.
Jika
dalam satu bunga hanya terdapat salah satu alat kelamin saja maka bunga
tersebut disebut bunga tidak sempurna. Contoh bunga tidak sempurna adalah bunga
salak. Pada pohon salak, alat jantan dan alat betina terdapat pada pohon yang
terpisah. Sehingga ada istilah tanaman salak jantan dan tanaman salak betina.
Ketidak sempurnaan ini menyebabkan tanaman salak tidak dapat berbuah jika tidak
di kawinkan terlebih dahulu.
PENYERBUKAN
DAN MACAM-MACAM PENYERBUKAN
Dalam Pengertian penyerbukan dan
macam-macam penyerbukan, baik itu pada tumbuhan khususnya pada bunga
yang berdampak dan berfungsi dalam proses perkembangbiakan. Pengertian
Penyerbukan adalah peristiwa menempelnya serbuk sari di kepala putik.
Penyerbukan disebut juga persarian. Kepala putik ada yang berbulus
halus, ada pula yang berlendir. Fungsi dari penyerbukan sangat memberikan
manfaat dalam bentuk kemudahan. Fungsi penyerbukannya adalah memudahkan
sebuk sari melekat pada kepala putik. Dalam macam-macam atau jenis-jenis
penyerbukan dibedakan menjadi dua bagian atau kelompok yakni macam-macam atau
jenis-jenis penyerbukan berdasarkan perantara, dan berdasarkan asal serbuk sari
yang dapat dilihat dibawah ini
Macam-Macam
Penyerbukan
1. Macam-Macam Penyerbukan
Berdasarkan Perantaranya
Macam-macam Penyerbukan berdasarkan
perantaranya terbagi atas 4 penyerbukan antaralain sebagai berikut..
a. Penyerbukan Oleh Angin
]
b. Penyerbukan Oleh Hewan
Hewan yang umum berfungsi sebagai perantara penyerbukan
adalah serangga, misalnya kupu-kupu dan lebah. Selain serangga, hewan lain yang
dapat berperan sebagai perantara penyerbukan antara lain siput, burung dan
kelelawar. Ciri-ciri bunga diserbukkan oleh hewan adalah berwarna-warna sebaga
daya tarik, berbau harum, dan mempunyai kelenjar madu, Serbuk sarinya berlender
sehingga dapat melekat di tubuh hewan, Putik tersebunyi dan berlendir.
Prosesnya terjadinya Kupu-kupu, lebah, dan kumbang akan datang dan menghisap
madu, dan serbuk sari akan menempel di tubuhnya setelah itu, ketika serangga
tersebut hinggap di bunga lain yang sejenis, penyerbukan pun terjadi.
c. Penyerbukan Oleh Air
Penyerbukan ini terjadi pada
tumbuhan yang bunganya terendam air, misalnya Hydrilla.
d. Penyerbukan Oleh Manusia
Penyerbukan dapat dilakukan dengan
pertolongan manusia, misalnya pada salak dan vanili. Bunga salak dan vanili
berkelamin tunggal sehingga ada bunga jantan ada bunga betina. Proses
terjadinya, bunga jantan yang penuh serbuk sari dipetik, kemudian di tempelkan
pada bunga betina yang sudah masak.
2. Macam-Macam Penyerbukan
Berdasarkan Asal Serbuk Sari
Macam-macam penyerbukan berdasarkan
asal serbuk sari dibedakan menjadi 3 penyerbukan, antaralain sebagai berikut...
a. Penyerbukan Sendiri (Autogami)
Penyerbukan sendiri adalah menempelnya serbuk sari dari
suatu bunga pada kepala putik bunga itu sendiri. Penyerbukan sendiri tidak
menghasilkan keturunan yang bervariasi. Contohnya pada bunga telang dan bunga
turi.
b. Penyerbukan Tetangga (Geitonogami)
Penyerbukan tetangga adalah menempelnya serbuk sari dari
suatu bunga pada kepala putik bunga lain yang masih berada pada satu tumbuhan.
Contohnya pada bunga jagung.
c. Penyerbukan Silang (Alogami)
Penyerbukan silang adalah menempelnya serbuk sari dari suatu
bunga pada kepala putik yang lain berada pada tumbuhan lain yang sejenis.
Penyerbukan silang sering disebut persilangan. Persilangan dapat menimbulkan
variasi keturunan karena terjadi perpaduan sifatdari dua tumbuhan induknya. Misalnya
persilangan antara bunga merah dengan bunga putih dapat menghasilkan bunga
merah, merah muda, dan putih.
TUMBUHAN BERBIJI TERBUKA (GYMNOSPERMAE)
Istilah
gymnospermae berasal dari bahasa yunani, gymno artinya terbuka atau telanjang,
sementara spermae berarti biji. Penamaan gymnospermae dikarenakan penampakan
biji pada kelompok ini yang terbuka. Hal ini dikarenakan gymnospermae tidak
memiliki ovarium yang merupakan tempat perkembangan biji. Dengan demikian,
tidak terjadi penyerbukan seperti pada kelompok angiospermae. Serbuk sari akan
langsung jatuh ditempat dimana ovum berada (dekat mikrophil). Sepintas,
tumbuhan berbiji telanjang memiliki penampakan yang serupa dengan dikotil
anggota angiospermae. Organ reproduksi tumbuhan berbiji terbuka merupakan strobilus
yang terbentuk dari daun yang khusus untuk menghasilkan sel gamet (sporofil). Pembuahan yang terjadi pada tumbuhan berbiji
terbuka (Gymnospermae) adalah
pembuahan tunggal, yaitu peleburan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin
betina akan menghasilkan zigot, kemudian berkembang menjadi embrio. Tumbuhan
biji terbuka (Gymnospermae) dibagi
menjadi tiga ordo, yaitu sebagai berikut.
1. Cycadinae (kelompok pakis haji)
Ordo ini dicirikan
dengan bentuk dan susunan daun yang mirip dengan pohon palem. Batang tidak
bercabang, akar serabut, dan ujung daun mudanya menggulung seperti daun
tumbuhan paku muda, termasuk dalam tumbuhan berumah dua. Alat kelamin jantan
dan alat kelamin betina terdapat pada pohon yang berbeda. Pohon jantan
mempunyai tongkol dengan kotak-kotak berisi serbuk sari. Pohon betina membentuk
daun buah yang pipih yang pada lekukan tepi daun buah terdapat bakal biji.
Contohnya, pakis haji (Cycas rumphii)
yang banyak dimanfaatkan untuk tanaman hias.
2. Gnetinae (Kelompok melinjo)
Batang pohon melinjo
tampak tegak dan bercabang-cabang, mempunyai daun lebar dengan tulang daun
menyirip. Apa manfaat melinjo? Melinjo (Gnetum
gnemon) banyak digunakan untuk bahan makanan, yaitu daun muda, bunga, biji
melinjo dapat disayur, bijinya untuk dibuat emping, dan batangnya untuk
bahan-bahan industri, yaitu kulit kayunya dipakai sebagai jala atau bahan
kertas.
3. Coniferae (kelompok pinus)
Ordo ini mempunyai
alat perkembangbiakan berbentuk runjung yang terletak pada strobilus. Runjung
jantan berbentuk kerucut sebagai penghasil sperma. Runjung betina berbentuk
seperti sisik sebagai penghasil bakal biji. Runjung jantan dan betina terletak
terpisah dalam satu pohon. Batang lurus sampai kurang lebih 40 meter. Umumnya
tidak menggugurkan daunnya. Contohnya, tusam (Pinus merkusi) yang getahnya dapat digunakan sebagai terpentin dan
batangnya sebagai korek api, perabot rumah tangga, bahan bangunan, dan sebagai
bahan obat-obatan. Selain itu, damar (Agathis
alba) dapat dimanfaatkan sebagai bahan pernis, kertas, alat rumah tangga,
dan alat musik.