KATA
PENGANTAR
بسم
الله الر حمن الر حيم
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon
pertolongan dari-Nya, meminta ampunan dari-Nya dan meminta perlindungan
kepada-Nya dari kejahatan diri kita serta keburukan amal perbuatan kita.
Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Karena Rahmat dan hidayah-Nya pula, Alhamdulillah,
kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul”Manajemen Organusasi
Pendidikan” ini sebagai tugas dari
mata kuliah Manajemen Organisasi Pendidikan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih
kepada bapak Ihsan Satria Azhar MA yang telah memberikan bimbingan dan
pengarahan, sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Dan kami juga
berterima kasih kepada teman– teman yang telah turut membantu didalam
penyusunan makalah ini.
Akhirnya
kami mohon maaf apabila ada kekurangan dan kami mohon kritik dan saran untuk
lebih sempurnanya makalah ini. Dan kami berharap makalah yang sederhana ini
bermanfaat, dan berguna bagi kita semua ,terutama bagi yang membutuhkannya.
Medan, 26 Mei 2016
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................... i
Daftar Isi .............................................................................................................................. ii
BAB 1
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
A.
Latar
Belakang ....................................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah .................................................................................................. 1
C.
Tujuan
Masalah ...................................................................................................... 2
BAB 11
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 3
A.
Pengertian
Kependidikan Dalam Islam ................................................................ 3
B.
Tipe-tipe
Dan Macam-macam Sifat Dalam Kepemimpinan ............................... 4
C.
Kepala
Sekolah Sebagai Pemimpin Lembaga Pendidikan Islam........................ 6
D.
Keputusan-keputusan
Lembaga Pendidikan Islam.............................................. 6
E.
Manfaat
Kependidikan........................................................................................... 7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan........................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin dan setiap manusia
akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinanya kelak. Manusia sebagai
pemimpin minimal mampu memimpin dirinya sendiri. Setiap organisasi harus ada
pemimpinya, yang secara ideal dipatuhi dan disegani bawahanya. Organisasi tanpa
pemimpin akan kacau balau. Oleh karena itu, harus ada seorang pemimpin yang
memerintah dan mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan kelompok, individu,
dan organisasi.
Kepemimpinan merupakan topik yang menarik untuk dikaji. Oleh karena
itu, sampai sekarang terus dipelajari, dipraktekan, dan diteliti. Kepemimpinan
tidak dapat dilepaskan dari kekuasaan karena tanpa kekuasaan, pemimpin tidak
mempunyai kepemimpinan yuridis atau kekuatan lain dalam mempengaruhi orang lain
agar bertindak seperti yamg diharapkan.
B. Rumusan
Masalah
1. Apakah
pengertian kepemimpinan dalam pendidikan islam itu?
2. Bagaimanakah
tipe dan macam-macam sifat dalam kepemimpinan itu?
3. Bagaimanakah
kepemimpinan kepala sekolah atau madrasah dalam lembaga pendidikan islam itu?
4. Bagaimana
keputusan-keputusan pemimpin lembaga pendidikan Islam itu
5. Apa
saja manfaat kepemimpinan itu?
C. Tujuan
Pembahasan Masalah
1. Agar
kita dapat mengetahui pengertian kepemimpinan dalam pendidikan islam.
2. Agar
kita dapat mengetahui tipe dan macam-macam sifat dalam kepemimpinan.
3. Agar
kita dapat mengetahui kepemimpinan kepala sekolah atau madrasah dalam lembaga
pendidikan islam.
4. Agar
kita dapat mengetahui keputusan-keputusan pemimpin lembaga pendidikan Islam.
5. Agar
kita dapat mengetahui manfaat kepemimpinan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam
Sondang P. Siagian menegaskan bahwa inti manajemen adalah
kepemimpinan. Dengan pengertian lain, manajemen lebih luas dari pada
kepemimpinan atau kepemimpinan berada dalam lingkup manajemen. Dalam bahasa
Arab,kepemimpinan sering diterjemahkan sebagai al-riayah, al-imarah,
al-qiyadah, atau al-zaamah. Kata-kata tersebut memiliki satu makna sehingga
disebut sinonim atau muradif. Sementara itu, untuk menyebut istilah
kepemimpinan pendidikan, para ahli lebih memilih istilah qiyadah tarbawiyah.
Terry & Rue (1985) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah
hubungan yang ada dalam diri seorang pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk
bekerja sama secara sadar dalam hubungan tugas yang diinginkan. Menurut Yuki
(1987) beberapa definisi yang cukup mewakili adalah sebagai berikut :
1. Kepemimpinan adalah perilaku
dari seseorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok
kesuatu tujuan yang ingi dicapai bersama.
2. Kepemimpinan adalah pengaruh
antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan
melalui proses komunikasi kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.
3. Kepemimpinan adalah penentuan
awal serta pemeliharaan stuktur dalam harapan dan interaksi.
4. Kepemimpinan adalah
peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit, dan berada di atas kepatuhan mekanis
terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.
5. Kepemimpinan adalah proses
mempengarui aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah
pencapaian tujuan. [1]
Jadi, dapat disimpulkan bahwa masing-masing definisi berbeda
menurut sudut pandang penulisnya. Namun, demikian ada kesamaan dalam
mendefisikan kepemimpinan yaitu mengandung makna mempengaruhi orang lain untuk
berbuat seperti pemimpin kehendaki. Menurut Soebagio Atmodiwirio, kepemimpinan
pendidikan memerlukan perhatian utama karena melalui kepemimpinan yang baik
kita harapkan lahirnya tenaga-tenaga yang berkualitas dalam berbagai bidang,
baik sebagai pemikir maupun pekerja. Intinya melalui pendidikan kita menyiapkan
tenaga-tenaga yang berkualitas, tenaga yang siap latih dan siap pakai untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat.
B. Tipe-tipe
dan Macam-macam Sifat dalam Kepemimpinan
Menurut Kurt Lewin yang dikutip oleh Maman Ukas mengemukakan
tipe-tipe kepemimpinan menjadi tiga bagian :
1. Otokratis, pemimpin yang
demikian selalu bekerja keras, sungguh-sungguh, teliti dan tertip dalam
melaksanakan tugasnya. Ia bekerja dengan peraturan yang berlaku dengan ketat
dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
2. Demokratis, pemimpin yang demokratis
menganggap dirinya sebagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan
kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang pelaksanan tujuanya. Agar setiap
anggota turut serta dalam setiap kegiatan-kegiatan perenncanaan,
penyelenggaraan, pengawasan dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai
potensi yang berharga dalam usaha pencapaian tujuan yang diinginkan.
3. Laissez-faire, pemimpin yang
bertipe demikian, setelah tujuan diterangkan pada bawahanya untuk menyerahkan
sepenuhnya pada para bawahanya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaanya yang
menjadi tangungjawabnya. Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasinya, dengan
tidak terlampau turut campur tangan atau tidak mau terlalu ambil inisiatif dan
prakarsa dari bawahanya, sehingga dengan demikian diangap cukup dapat memberi
kesempatan pada bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan.
Berdasarkan pendapat tersebut, bahwa pada kenyataanya tipe
kepemimpinan otokratis, demokratis, dan laissezfaire banyak diterapkan oleh
para pemimpin didalam berbagai macam organisasi yang salah satunya dalam bidang
pendidikan. Dengan melihat hal tersebut, pemimpin di bidang pendidikan
diharapkan memiliki tipe kepemimpinan yang sesuai dengan harapan atau tujuan,
baik itu harapan dari bawahanya atau atasan yang lebih tinggi posisinya. Yang
pada akhirnya tipe kepemimpinan yang dipakai oleh para pemimpin benar-benar
mencerminkan sebagai seorang pemimpin yang professional.
Selanjutnya, untuk mencapai kesuksesan dalam melaksanakan
tugas-tugas organisasi atau lembaga maupun kesuksesan dalam interaksi dengan
orang lain terutama dengan para bawahan, seorang pemimpin dituntut untuk
memiliki sifat-sifat yang bervariasi. Idealnya, semua sifat yang baik dalam
diri seorang pemimpin, sehingga dapat memberikan jaminan perbaikan suatu lembaga
atau organisasi yang dikendalikanya. Ali Muhammad Taufiq menjelaskan
macam-macam sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin :
1. Memiliki pengetahuan dan kemempuan yang cukup
untuk mengendalikan perusahaan atau organisasinya.
2. Mempunyai
karisma dan wibawa dihadapan orang lain. (QS. Hud:91).
3. Konsekuen
dengan kebenaran dan tidak mengikuti hawa nafsu. (QS. Shad:26).
4. Mempunyai
power dan pengaruh yang dapat memerintah serta mencegah karena seorang pemimpin
harus melakukan control pengawasan atas pekerjaan anggotanya, meluruskan
kekeliruan, serta mengajak mereka untuk berbuat kebaikan dan mencegah
kemungkaran. (QS. al-Hajj:41).
5. Bersedia
mendengar nasehat dari orang lain. (QS. al-Baqarah:206).
Sebenarnya, jabatan seorang pemimpin merupakan
jabatan “istimewa”. Sebab pemimpin organisasi apapun diperyasaratkan
memiliki berbagai kelebihan menyangkut pengetahuan , perilaku, sikap maupun
ketrampilan disbanding orang lain. Pada seorang pemimpin juga dibebankan
berbagai tingkah laku yang serba baik, serta memberi contoh, serba menjadi
tumpuan harapan, dan dapat bertanggung jawab atas perbuatan pribadi maupun
perbuatan kolektif para bawahannya.[2]
C. Kepala
Sekolah atau Madrasah sebagai Pemimpin Lembaga Pendidikan Islam
Istilah kepala sekolah di sini memiliki makna umum. Pengertian
kepala sekolah ini dimaksudkan berlaku bagi seluruh pengelolo lembaga
pendidikan meliputi kepala sekolah, kepala madrasah, direktur akademi, rector
institute atau universitas, kiai pesantren dan lainya.
Mereka adalah pemimpin pendidikan, atau lebih konkritnya sebagai
pemimpin lembaga pendidikan. Sebab mereka membawahi atau mengendalikan orang
banyak yang sebagai bawahan yang secara structural maupun tradisional mengikuti
langkah-langkah pemimpinnya dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan, mulai
dari perencanan sampai evaluasi.
Sebagai pemimpin pendidikan yang professional, kepala sekolah
dituntut untuk selalu mengadakan perubahan. Mereka harus memiliki sifat yang
berkesinambungan untuk mencari terobosan-terobosan baru demi menghasilkan
perubahan yang bersifat pengembangan dan penyempunaan, dari kondisi yang
memprihatinkan menjadi kondisi yang lebih dinamis, baik dari segi fisik maupun
akademik.
D. Keputusan-keputusan
Pemimpin Lembaga Pendidikan Islam
Pemimpin dalam bidang apa saja mempu menghasilkan
keputusan-keputusan fungsional. Artinya, keputusan yang benar-benar mengikat
seluruh anggota organisasi untuk mematuhi dan menjalankanya bersama-sama, baik
dengan keterpaksaan maupum kesadaran. Keputusan-keputusan tersebut berhubungan
sangat erat dengan kepemimpinan. Suatu kepemimpinan tanpa melahirkan keputusan,
ibarat raga tanpa ruh, tidak ada artinya sama sekali. Siagian menegaskan bahwa
“Inti kepemimpinan adalah pengambilan keputusan”.
Keputusan yang diambil pemimpin itu sangatlah penting dalam sebuah
organisasi karena keputusan itulah yang menghasilkan progam-progam yang akan
dilaksanakan dalam organisasi. Bila ada organisasi tanpa keputusan maka
organisasi itu tidak memiliki progam kerja yang harus dilaksanakan, dan berarti
organisasi tersebut mati dari segi subtansi, tidak bergerak sama sekali. Hal
ini harus dihindari oleh pemimpin lembaga pendidikan islam.
Adapun ciri-ciri keputusan yang baik adalah sebagai berikut:
1. Setiap keputusan sekolah yang diambil harus
dikomunikasikan dengan jelas kepada orang-orang yamg terkena keputusan.
2. Kepala
sekolah, staf dan personil lainya berpartisipasi penuh didalam proses pembuatan
keputusan sekolah.
3. Keputusan
sekolah yang dibuat tidak kaku, dan harus rasional.
4. Keputusan
yang diambil harus diikuti.
5. Keputusan
sekolah yang telah diambil dan dirasakan tidak cocok lagi, tidak dipaksakan
untuk dilaksanakan, tetapi harus dibuat keputusan pengganti.
E. Manfaat
Kepemimpinan
Teori kepemimpinan bermanfaat bagi setiap pemimpin dalam
menjalankan perananya sebagai pemimpin pendidikan. Peranan sebagai pemimpin
pendidikan antar lain sebagai personnal, educator, manager, administrator,
supervisor, leader, entrepreneur, and climator. Sebagai personnal, ia harus
mempunyai integritas kepribadian dan akhlak yang mulia, pengembangan budaya,
keteladanan keinginan yang kuat dalam pengembangan diri, keterbukaan dalam
melaksanakan tugas, kendali diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan,
bakat dan minat sebagai pemimpin pendidikan.
1. Sebagai
educator, ia berperan merencanakan, melaksanakan, menilai hasil pembelajaran,
membimbing dan melatih, meneliti dan mengabdi kepada masyarakat khususnya
bagi dosen.
2. Sebagi
manager, ia melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,dan pengawasan.
3. Sebagai
administrator, ia harus mampu mengelola ketatausahaan sekolah atau madrasah
dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah atau madrasah.
4. Sebagai
supervisor, ia merencanakan supervisi, melaksanakan supervisi, dan menindak
lanjuti supervisi untuk meningkatkan profesionalisme guru.
5. Sebagi seorang
yang social, ia bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah atau
madrasah, berpartisipasi dalam kegiatan social kemasyarakatan, dan memiliki
kepekaan terhadap orang lain.
6. Sebagai
leader, ia harus mampu memimpin sekolah atau madrasah dalam rangka
pendayagunaan sumber daya sekolah atau madrasah secara optimal.
7. Sebagai
entrepreneur, ia harus kreatif (inofatif), bekerja keras, etos kerja, ulet
(pantang menyerah) dan naluri kewirausahaan.
8. Sebagai
climator, ia harus mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sondang P.
Siagian menegaskan bahwa inti manajemen adalah kepemimpinan. Terry & Rue (1985)
menyatakan bahwa kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seorang
pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama secara sadar dalam
hubungan tugas yang diinginkan.
Menurut Kurt
Lewin yang dikutip oleh Maman Ukas mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan menjadi
tiga bagian: otokratis, demokrasi, laissez-faire. Ali Muhammad Taufiq
menjelaskan macam-macam sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin : 1.Memiliki
pengetahuan dan kemempuan yang cukup untuk mengendalikan perusahaan atau
organisasinya. 2.Mempunyai karisma dan wibawa dihadapan orang lain. (QS.
Hud:91).3.Konsekuen dengan kebenaran dan tidak mengikuti hawa nafsu. (QS.
Shad:26). 4.Mempunyai power dan pengaruh yang dapat memerintah serta mencegah
karena seorang pemimpin harus melakukan control pengawasan atas pekerjaan
anggotanya, meluruskan kekeliruan, serta mengajak mereka untuk berbuat kebaikan
dan mencegah kemungkaran. (QS. al-Hajj:41) 5.Bersedia mendengar nasehat dari
orang lain. (QS. al-Baqarah:206).
Sebagai pemimpin
pendidikan yang professional, kepala sekolah dituntut untuk selalu mengadakan
perubahan. Mereka harus memiliki sifat yang berkesinambungan untuk mencari
terobosan-terobosan baru demi menghasilkan perubahan yang bersifat pengembangan
dan penyempunaan, dari kondisi yang memprihatinkan menjadi kondisi yang lebih
dinamis, baik dari segi fisik maupun akademik.
Adapun
ciri-ciri keputusan yang baik adalah sebagai berikut:1.Setiap keputusan sekolah
yang diambil harus dikomunikasikan dengan jelas kepada orang-orang yamg terkena
keputusan. 2.Kepala sekolah, staf dan personil lainya berpartisipasi penuh
didalam proses pembuatan keputusan sekolah. 3.Keputusan sekolah yang dibuat
tidak kaku, dan harus rasional. 4. Keputusan yang diambil harus diikuti. 5.Keputusan
sekolah yang telah diambil dan dirasakan tidak cocok lagi, tidak dipaksakan
untuk dilaksanakan, tetapi harus dibuat keputusan pengganti.
Manfaat
kepemimpinan antara lain: sebagai educator, manajer, administrator, supervisor,
leader, entrepreneur, climator.
Daftar Pustaka
Husaini,Usman.2000.
Manajemen teori, praktik dan riset
pendidikan.Bumi Aksara : Bogor.
Safaria,
Triantoro. 2004. Kepemimpinan. Yogyakarta : Graha Ilmu
Http://kawaki06,multiply.com/journal/item/6
No comments:
Post a Comment