Wednesday, 15 June 2016

MAKALAH Kepemimpinan Dalam Organisasi



KATA PENGANTAR
بسم الله الر حمن الر حيم
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, meminta ampunan dari-Nya dan meminta perlindungan kepada-Nya dari kejahatan diri kita serta keburukan amal perbuatan kita. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Karena Rahmat dan hidayah-Nya pula, Alhamdulillah, kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul”Manajemen Organusasi Pendidikan” ini sebagai tugas dari mata kuliah Manajemen Organisasi Pendidikan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada bapak Ihsan Satria Azhar MA yang telah  memberikan bimbingan dan pengarahan, sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Dan kami juga berterima kasih kepada teman– teman yang telah turut membantu didalam penyusunan makalah ini.
            Akhirnya kami mohon maaf apabila ada kekurangan dan kami mohon kritik dan saran untuk lebih sempurnanya makalah ini. Dan kami berharap makalah yang sederhana ini bermanfaat, dan berguna bagi kita semua ,terutama bagi yang membutuhkannya.


Medan, 26  Mei 2016



DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................... i
Daftar Isi .............................................................................................................................. ii
BAB 1  
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
A.    Latar Belakang ....................................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah .................................................................................................. 1
C.    Tujuan Masalah ...................................................................................................... 2
BAB 11  
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 3
A.    Pengertian Kependidikan Dalam Islam ................................................................ 3
B.     Tipe-tipe Dan Macam-macam Sifat Dalam Kepemimpinan ............................... 4
C.    Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Lembaga Pendidikan Islam........................ 6
D.    Keputusan-keputusan Lembaga Pendidikan Islam.............................................. 6
E.     Manfaat Kependidikan........................................................................................... 7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan........................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 11






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin dan setiap manusia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinanya kelak. Manusia sebagai pemimpin minimal mampu memimpin dirinya sendiri. Setiap organisasi harus ada pemimpinya, yang secara ideal dipatuhi dan disegani bawahanya. Organisasi tanpa pemimpin akan kacau balau. Oleh karena itu, harus ada seorang pemimpin yang memerintah dan mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan kelompok, individu, dan organisasi.
Kepemimpinan merupakan topik yang menarik untuk dikaji. Oleh karena itu, sampai sekarang terus dipelajari, dipraktekan, dan diteliti. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan dari kekuasaan karena tanpa kekuasaan, pemimpin tidak mempunyai kepemimpinan yuridis atau kekuatan lain dalam mempengaruhi orang lain agar bertindak seperti yamg diharapkan.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian kepemimpinan dalam pendidikan islam itu?
2.      Bagaimanakah tipe dan macam-macam sifat dalam kepemimpinan itu?
3.      Bagaimanakah kepemimpinan kepala sekolah atau madrasah dalam lembaga    pendidikan islam itu?
4.      Bagaimana keputusan-keputusan pemimpin lembaga pendidikan Islam itu
5.      Apa saja manfaat kepemimpinan itu?





C.    Tujuan Pembahasan Masalah
1.      Agar kita dapat mengetahui pengertian kepemimpinan dalam pendidikan islam.
2.      Agar kita dapat mengetahui tipe dan macam-macam sifat dalam kepemimpinan.
3.      Agar kita dapat mengetahui kepemimpinan kepala sekolah atau madrasah dalam lembaga pendidikan islam.
4.      Agar kita dapat mengetahui keputusan-keputusan pemimpin lembaga pendidikan Islam.
5.      Agar kita dapat mengetahui manfaat kepemimpinan.






















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam
Sondang P. Siagian menegaskan bahwa inti manajemen adalah kepemimpinan. Dengan pengertian lain, manajemen lebih luas dari pada kepemimpinan atau kepemimpinan berada dalam lingkup manajemen. Dalam bahasa Arab,kepemimpinan sering diterjemahkan sebagai al-riayah, al-imarah, al-qiyadah, atau al-zaamah. Kata-kata tersebut memiliki satu makna sehingga disebut sinonim atau muradif. Sementara itu, untuk menyebut istilah kepemimpinan pendidikan, para ahli lebih memilih istilah qiyadah tarbawiyah.
Terry & Rue (1985) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seorang pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama secara sadar dalam hubungan tugas yang diinginkan. Menurut Yuki (1987) beberapa definisi yang cukup mewakili adalah sebagai berikut :
1.      Kepemimpinan adalah perilaku dari seseorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingi dicapai bersama.
2.      Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.
3.      Kepemimpinan adalah penentuan awal serta pemeliharaan stuktur dalam harapan dan interaksi.
4.      Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit, dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.
5.      Kepemimpinan adalah proses mempengarui aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan. [1]


Jadi, dapat disimpulkan bahwa masing-masing definisi berbeda menurut sudut pandang penulisnya. Namun, demikian ada kesamaan dalam mendefisikan kepemimpinan yaitu mengandung makna mempengaruhi orang lain untuk berbuat seperti pemimpin kehendaki. Menurut Soebagio Atmodiwirio, kepemimpinan pendidikan memerlukan perhatian utama karena melalui kepemimpinan yang baik kita harapkan lahirnya tenaga-tenaga yang berkualitas dalam berbagai bidang, baik sebagai pemikir maupun pekerja. Intinya melalui pendidikan kita menyiapkan tenaga-tenaga yang berkualitas, tenaga yang siap latih dan siap pakai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


B.     Tipe-tipe dan Macam-macam Sifat dalam Kepemimpinan
Menurut Kurt Lewin yang dikutip oleh Maman Ukas mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan menjadi tiga bagian :
1.      Otokratis, pemimpin yang demikian selalu bekerja keras, sungguh-sungguh, teliti dan tertip dalam melaksanakan tugasnya. Ia bekerja dengan peraturan yang berlaku dengan ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
2.      Demokratis, pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang pelaksanan tujuanya. Agar setiap anggota turut serta dalam setiap kegiatan-kegiatan perenncanaan, penyelenggaraan, pengawasan dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usaha pencapaian tujuan yang diinginkan.
3.      Laissez-faire, pemimpin yang bertipe demikian, setelah tujuan diterangkan pada bawahanya untuk menyerahkan sepenuhnya pada para bawahanya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaanya yang menjadi tangungjawabnya. Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasinya, dengan tidak terlampau turut campur tangan atau tidak mau terlalu ambil inisiatif dan prakarsa dari bawahanya, sehingga dengan demikian diangap cukup dapat memberi kesempatan pada bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan.
Berdasarkan pendapat tersebut, bahwa pada kenyataanya tipe kepemimpinan otokratis, demokratis, dan laissezfaire banyak diterapkan oleh para pemimpin didalam berbagai macam organisasi yang salah satunya dalam bidang pendidikan. Dengan melihat hal tersebut, pemimpin di bidang pendidikan diharapkan memiliki tipe kepemimpinan yang sesuai dengan harapan atau tujuan, baik itu harapan dari bawahanya atau atasan yang lebih tinggi posisinya. Yang pada akhirnya tipe kepemimpinan yang dipakai oleh para pemimpin benar-benar mencerminkan sebagai seorang pemimpin yang professional.
Selanjutnya, untuk mencapai kesuksesan dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi atau lembaga maupun kesuksesan dalam interaksi dengan orang lain terutama dengan para bawahan, seorang pemimpin dituntut untuk memiliki sifat-sifat yang bervariasi. Idealnya, semua sifat yang baik dalam diri seorang pemimpin, sehingga dapat memberikan jaminan perbaikan suatu lembaga atau organisasi yang dikendalikanya. Ali Muhammad Taufiq menjelaskan macam-macam sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin :

1.   Memiliki pengetahuan dan kemempuan yang cukup untuk mengendalikan perusahaan atau organisasinya.
2.         Mempunyai karisma dan wibawa dihadapan orang lain. (QS. Hud:91).
3.         Konsekuen dengan kebenaran dan tidak mengikuti hawa nafsu. (QS. Shad:26).
4.         Mempunyai power dan pengaruh yang dapat memerintah serta mencegah karena seorang pemimpin harus melakukan control pengawasan atas pekerjaan anggotanya, meluruskan kekeliruan, serta mengajak mereka untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran. (QS. al-Hajj:41).
5.         Bersedia mendengar nasehat dari orang lain. (QS. al-Baqarah:206).
Sebenarnya, jabatan seorang pemimpin merupakan jabatan “istimewa”. Sebab pemimpin organisasi apapun diperyasaratkan memiliki berbagai kelebihan menyangkut pengetahuan , perilaku, sikap maupun ketrampilan disbanding orang lain. Pada seorang pemimpin juga dibebankan berbagai tingkah laku yang serba baik, serta memberi contoh, serba menjadi tumpuan harapan, dan dapat bertanggung jawab atas perbuatan pribadi maupun perbuatan kolektif para bawahannya.[2]

C.    Kepala Sekolah atau Madrasah sebagai Pemimpin Lembaga Pendidikan Islam
Istilah kepala sekolah di sini memiliki makna umum. Pengertian kepala sekolah ini dimaksudkan berlaku bagi seluruh pengelolo lembaga pendidikan meliputi kepala sekolah, kepala madrasah, direktur akademi, rector institute atau universitas, kiai pesantren dan lainya.
Mereka adalah pemimpin pendidikan, atau lebih konkritnya sebagai pemimpin lembaga pendidikan. Sebab mereka membawahi atau mengendalikan orang banyak yang sebagai bawahan yang secara structural maupun tradisional mengikuti langkah-langkah pemimpinnya dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan, mulai dari perencanan sampai evaluasi.
Sebagai pemimpin pendidikan yang professional, kepala sekolah dituntut untuk selalu mengadakan perubahan. Mereka harus memiliki sifat yang berkesinambungan untuk mencari terobosan-terobosan baru demi menghasilkan perubahan yang bersifat pengembangan dan penyempunaan, dari kondisi yang memprihatinkan menjadi kondisi yang lebih dinamis, baik dari segi fisik maupun akademik.

D.    Keputusan-keputusan Pemimpin Lembaga Pendidikan Islam
Pemimpin dalam bidang apa saja mempu menghasilkan keputusan-keputusan fungsional. Artinya, keputusan yang benar-benar mengikat seluruh anggota organisasi untuk mematuhi dan menjalankanya bersama-sama, baik dengan keterpaksaan maupum kesadaran. Keputusan-keputusan tersebut berhubungan sangat erat dengan kepemimpinan. Suatu kepemimpinan tanpa melahirkan keputusan, ibarat raga tanpa ruh, tidak ada artinya sama sekali. Siagian menegaskan bahwa “Inti kepemimpinan adalah pengambilan keputusan”.

Keputusan yang diambil pemimpin itu sangatlah penting dalam sebuah organisasi karena keputusan itulah yang menghasilkan progam-progam yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Bila ada organisasi tanpa keputusan maka organisasi itu tidak memiliki progam kerja yang harus dilaksanakan, dan berarti organisasi tersebut mati dari segi subtansi, tidak bergerak sama sekali. Hal ini harus dihindari oleh pemimpin lembaga pendidikan islam.

Adapun ciri-ciri keputusan yang baik adalah sebagai berikut:
1.   Setiap keputusan sekolah yang diambil harus dikomunikasikan dengan jelas kepada orang-orang yamg terkena keputusan.
2.         Kepala sekolah, staf dan personil lainya berpartisipasi penuh didalam proses pembuatan keputusan sekolah.
3.         Keputusan sekolah yang dibuat tidak kaku, dan harus rasional.
4.         Keputusan yang diambil harus diikuti.
5.         Keputusan sekolah yang telah diambil dan dirasakan tidak cocok lagi, tidak dipaksakan untuk dilaksanakan, tetapi harus dibuat keputusan pengganti.

E.     Manfaat Kepemimpinan

Teori kepemimpinan bermanfaat bagi setiap pemimpin dalam menjalankan perananya sebagai pemimpin pendidikan. Peranan sebagai pemimpin pendidikan antar lain sebagai personnal, educator, manager, administrator, supervisor, leader, entrepreneur, and climator. Sebagai personnal, ia harus mempunyai integritas kepribadian dan akhlak yang mulia, pengembangan budaya, keteladanan keinginan yang kuat dalam pengembangan diri, keterbukaan dalam melaksanakan tugas, kendali diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan, bakat dan minat sebagai pemimpin pendidikan.
1.         Sebagai educator, ia berperan merencanakan, melaksanakan, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih, meneliti dan mengabdi kepada masyarakat khususnya bagi  dosen.
2.         Sebagi manager, ia melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,dan pengawasan.
3.         Sebagai administrator, ia harus mampu mengelola ketatausahaan sekolah atau madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah atau madrasah.
4.         Sebagai supervisor, ia merencanakan supervisi, melaksanakan supervisi, dan menindak lanjuti supervisi untuk meningkatkan profesionalisme guru.
5.         Sebagi  seorang yang social, ia bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah atau madrasah, berpartisipasi dalam kegiatan social kemasyarakatan, dan memiliki kepekaan terhadap orang lain.
6.         Sebagai leader, ia harus mampu memimpin sekolah atau madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah atau madrasah secara optimal.
7.         Sebagai entrepreneur, ia harus kreatif (inofatif), bekerja keras, etos kerja, ulet (pantang menyerah) dan naluri kewirausahaan.
8.         Sebagai climator, ia harus mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif.













BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
         Sondang P. Siagian menegaskan bahwa inti manajemen adalah kepemimpinan. Terry & Rue (1985) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seorang pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama secara sadar dalam hubungan tugas yang diinginkan.
         Menurut Kurt Lewin yang dikutip oleh Maman Ukas mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan menjadi tiga bagian: otokratis, demokrasi, laissez-faire. Ali Muhammad Taufiq menjelaskan macam-macam sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin : 1.Memiliki pengetahuan dan kemempuan yang cukup untuk mengendalikan perusahaan atau organisasinya. 2.Mempunyai karisma dan wibawa dihadapan orang lain. (QS. Hud:91).3.Konsekuen dengan kebenaran dan tidak mengikuti hawa nafsu. (QS. Shad:26). 4.Mempunyai power dan pengaruh yang dapat memerintah serta mencegah karena seorang pemimpin harus melakukan control pengawasan atas pekerjaan anggotanya, meluruskan kekeliruan, serta mengajak mereka untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran. (QS. al-Hajj:41) 5.Bersedia mendengar nasehat dari orang lain. (QS. al-Baqarah:206).
         Sebagai pemimpin pendidikan yang professional, kepala sekolah dituntut untuk selalu mengadakan perubahan. Mereka harus memiliki sifat yang berkesinambungan untuk mencari terobosan-terobosan baru demi menghasilkan perubahan yang bersifat pengembangan dan penyempunaan, dari kondisi yang memprihatinkan menjadi kondisi yang lebih dinamis, baik dari segi fisik maupun akademik.
         Adapun ciri-ciri keputusan yang baik adalah sebagai berikut:1.Setiap keputusan sekolah yang diambil harus dikomunikasikan dengan jelas kepada orang-orang yamg terkena keputusan. 2.Kepala sekolah, staf dan personil lainya berpartisipasi penuh didalam proses pembuatan keputusan sekolah. 3.Keputusan sekolah yang dibuat tidak kaku, dan harus rasional. 4. Keputusan yang diambil harus diikuti. 5.Keputusan sekolah yang telah diambil dan dirasakan tidak cocok lagi, tidak dipaksakan untuk dilaksanakan, tetapi harus dibuat keputusan pengganti.
         Manfaat kepemimpinan antara lain: sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, entrepreneur, climator.




























Daftar Pustaka


Husaini,Usman.2000. Manajemen teori, praktik dan riset pendidikan.Bumi Aksara : Bogor.
Safaria, Triantoro. 2004. Kepemimpinan. Yogyakarta : Graha Ilmu
Http://kawaki06,multiply.com/journal/item/6




[1] Usman Husaini. Manajemen teori, praktik dan riset pendidikan,( Bumi Aksara : Bogor) h.273-274.
[2]Triantoro Safaria, Kepemimpinan,(Yogyakarta : Graha Ilmu,2004)h.15-20




No comments:

Post a Comment