BAB I
PENDAHULUAN
Desain
penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha
peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki
validitas internal dan validitas eksternal yang komprehensif.
Pada penelitian
kualitatif, bentuk desain penelitian dimungkinkan bervariasi karena sesuai
dengan bentuk alami penelitian kualitatif itu sendiri yang mempunyai sifat
emergent dimana phenomena muncul sesuai dengan prinsip alami yaitu pehenomena
apa adanya sesuai dengan yang dijumpai oleh seorang peneliti dalam proses
penelitian dilapangan.
Penelitian
kualitatif dapat dipandang juga sebagai penelitian partisipatif yang desain
penelitiannya memiliki sifat fleksibel atau dimungkinkan untuk diubah guna
menyesuaikan dari rencana yang telah dibuat, dengan gejala yang ada pada tempat
penelitian yang sebenarnya. Oleh karena seorang peneliti belum mengetahui
tentang responden dan apa yang akan ditanyakan kepada mereka, maka mereka
diperbolehkan melakukan perubahan.
Dalam
penelitian kualitatif, bacaan yang luas dan up to date merupakan syarat mutlak
yang perlu dilakukan oleh seorang peneliti guna mendalami teori yang relevan
dengan permasalahan yang hendak dipecahkan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Desain Penelitian
Desain Penelitian adalah rencana dan struktur
penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan dapat
memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitiannya. Rencana itu
merupakan suatu skema menyeluruh yang mencakup program penelitian. Dalam desain
penelitian, terangkung paparan mengenai hal-hal yang akan dilakukan oleh
peneliti, mulai dari penulisan hipotesis dan implikasi operasional hipotesis
tersebut sampai pada anaisis akhir terhadap data. Adapun suatu sturktur adalah
kerangka, pengaturan, atau konfigurasi unsur-unsur struktur itu yang
terhubungkan dengan cara-cara yang jelas serta tertentu. [1]
Beberapa contoh desain penelitian kualitatif diantaranya:
fenomenologi, grounded theory, studi kasus, etnografi dan penelitian tindakan.
1. Desain Fenomenologi
Istilah fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan
umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe
subjek yang ditemui. Fenomenologi digunakan sebagai perspektif filosofi dan
juga digunakan sebagai pendekatan dalam metodologi kualitatif. Fenomenologi
merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada
pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia.
Studi fenomenologi mencoba mencari arti pengalaman dalam kehidupan. Peneliti
menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian,
dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman dalam kehidupan. [2]
Tujuan dari penelitian fenomenologi adalah mencari atau
menemukan makna dari hal-hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup
tersebut. Peneliti dalam pandangan fenomenologi berusaha memahami arti
peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang yang berada dalam
situasi-situasi tertentu. Fenomenologi tidak berasumsi bahwa peneliti mengetahui
arti sesuatu bagi orang-orang yang sedang diteliti oleh mereka, yang ditekankan
oleh kaum fenomenologis ialah aspek subjektif dari perilaku orang. Mereka
berusaha masuk ke dalam dunia konseptual para subjek yang ditelitinya
sedemikian rupa sehingga mereka mengerti apa dan bagaimana suatu pengertian
yang dikembangkan oleh mereka di sekitar peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.
2. Desain Etnografi
Studi mendalam mengenai tingkah laku yang alami yang
berikatan dengan kebudayaan atau keseluruhan kelompok sosial. Etnografi mencoba
memahami hubungan antara budaya dan tingkah laku dengan budaya dengan
keyakinan/ kepercayaan, nilai, konsep, sikap dari sekelompok orang. Etnografi
mengungkap apa yang seseorang lakukan dan menjelaskan mengapa mereka melakukan
itu. Etnografer (peneliti etnografi) mendeskripsikan, menganalisis dan
mengintepretasikan budaya sepanjang waktu menggunakan observasi dan studi
lapangan sebagai strategi pengumpulan data primer. Hasil dari penelitian ini
berupa gambaran budaya berdasar sudut pandang subyek penelitian yang sama
dengan sudut pandang peneliti. Penelitian etnografi ini pada perkembangannya
telah banyak digunakan dalam bidang pendidikan untuk memahami budaya kelas atau
budaya sekolah.
3. Disain Studi Kasus
Penelitian studi kasus adalah sebuah metoda penelitian
yang secara khusus menyelidiki fenomena kontemporer yang terdapat dalam konteks
kehidupan nyata, yang dilaksanakan ketika batasan-batasan antara fenomena dan
konteksnya belum jelas, dengan menggunakan berbagai sumber data.
Dalam Studi Kasus, peneliti
menjelaskan secara mendalam banyak ciri dari sedikit kasus melalui satu durasi
waktu. Jadi, penelitian kasus merupakan penelitian yang mempelajari secara
intensif atau mendalam satu anggota dari kelompok sasaran suatu subjek penelitian.
Studikasuspadaintinyaadalahmenelitikehidupansatuataubeberapakomunitas,
organisasiatauperorangan yang dijadikan unit analisis,
denganmenggunakanpendekatankualitatif.
Contohpenelitianstudikasus :
Disuatukelasterdapatseorangsiswa
yang sangatmenonjol, lain Dari yang lain. Jikadiajartidakpernahtenang,
sifatnyakerassukamembantah.Sikapnyaberang.Tetapiprestasinyaluasbiasabaik.Siswasepertiinipantasdijadikan
“kasus”, artinyadijadikansubjekdalampenelitiankasus.[3]
B. Format Desain Penelitian Kualitatif
Berdasarkan pengalaman empiris dan kebutuhan terhadap
setiap penelitian kualitatif, maka ada tiga format desain penelitian kualitatif
yang umum digunakan saat ini, yaitu desain deskriptif, desain verifikatif, dan
desain rounded research.
1. Desain Deskriptif Kualitatif
Format desain
deskriptif kualitatif banyak memiliki kesamaan dengan desain deskripftif
kuantitatif, karena itu desain deskriptif kualitatif bisa disebut pula dengan
kuasi kualitatif atau desain kualitatif semu. Artinya, desain ini belum benar-benar
kualitatif karena kontruksinya masih dipengaruhi oleh tardisi kuantitatif,
terutama dalam dalam menempatkan teori pada data yang diperolehnya. Kontruksi
desain deskriptif kualtatif dapat berbentuk sebagai berikut[4]
:
PENDAHULUAN
A. Judul Penelitian
B.
Latar Belakang Masalah
C.
Masalah Penelitian
D.
Tujuan Penelitian
E. Tinjauan Pustaka/Teori dan Kesimpulan
Teoretik yang digunakan.
METODE
PENELITIAN
A. Objek dan Informan Penelitian
B.
Cara Memperoleh Sumber Data (Informan) dan menentukan unit analisis
data.
C.
Metode pengumpulan data dan keabsahaan data.
D.
Metode analisis data
E.
Rancangan pembahasan (Diskusi) hasil penelitian
F. Rancangan Laporan Penelitian
HASIL
PENELITIAN
A. Penjelasan peneliti tentang pelaksanaan
penelitian
B.
Penyajian dan analisis data
C.
Pembahasan hasil penelitian
D. Trianggulasi untuk uji keabsahan data
PENUTUP
A. Simpulan
B. Rekomendasi
2. Desain Kualitatif Verifikatif
Format desain kualitatif verifikatif merupakan sebuah
upaya pendekatan induktif terhadap seluruh proses penelian yang akan dilakukan,
karena itu format desain penelitiannya secara total berbeda dengan format
penelitian kuantitatif. Format penelitian kualitatif verifikatif lebih banyak
mengontruksi format penelitian dan strategi memperoleh data dilapangan,
sehingga kontruksi desain berbentuk sebagai berikut[5]
:
PENDAHULUAN
a. Menemukan tema penelitian yang diinginkan
b.
Memulai berfikir tentang metode yang akan digunakan
c.
Bagaimana memfokuskan cara berfikir dengan metode serta Research Question.
PENGGUNAAN METODE DAN PERLAKUAN TERHADAP DATA
a.
Cara menemukan Informan Penelitian
b.
Metode penelitian dan strategi menggunakan metode penelitian.
c.
Penggunaan dan bagaimana mengintegrasikan metode dan informan.
d.
Memutuskan penggunaan metode penelitian
e.
Membuat catatan harian
f.
Trianggulasi untuk antisipasi kelamahan proses analisis data dan sumber
data yang digunakan.
LAPORAN PENELITIAN
a.
Bentuk draf laporan penelitian
yang diharapkan (sesuai dengan kebutuhan penelitian), terus dan menyesuaikan
bentuk yang sesuai
b.
Temuan-temuan penting dalam penelitian serta teorisasi yang dihasilkan.
c.
Trianggulasi tahap ke-2 untuk uji keabsahan data
d.
Simpulan dan rekomendasi-rekomendasi
e.
Finalisasi laporan penelitian
3. Desain Grounded Research
Dipengaruhi oleh pandangan bahwa peneliti kualitatif
tidak membutuhkan pengetahuan dan teori tentang objek penelitian untuk menstril
subjektvitas peneliti, maka format desain Grounded
Researc dikontruksi agar peneliti dapat mengembangkann semua pengetahuan
dan teorinya setelah mengetahui permasalahan dan data dilapangan. Oleh karena
itu format desainnya adalah sebagai berikut[6]:
Tahap
I Observasi Pendahuluan
a. Menemukan tema-tema pokok penelitian
b.
Menemukan Gatekeepers
c. Menemukan gambaran umum tentang alu penelitian
Tahap
II Pengumpulan Data
a. Menemukan Informan
b.
Mewawancarai dan mengobservasi serta membuat catatan harian
c.
Menemukan informan baru
d.
Mengembangkan strategi wawancara dan observasi
e.
Menggunakan trianggulasi untuk menemukan kebenaran data
f. Terus-menerus membuat catatan harian
Tahap
III Pengumpulan Data Lanjutan
a.
Merevisi draf laporan penenlitian
b.
Menemukan kekurangan data dan informasi
c.
Membuang informasi yang tidak penting
d.
Menemukan informan baru
e.
Terus-menerus menggunakan trianggulasi
f.
Terus-menerus membuat catatan harian baru
g.
Memutuskan untuk menghentikan penelitian
h.
Mengembangkan draf laporan menjadi rancangan laporan akhir
i.
Peneliti meninggalkan lokasi penelitian.
Dalam taridisi penelitian kualitatif, ketiga format
penelitian di atas bukanlah sesuatu ukuran baku yang tidak dapat diubah dan
dikontruksi ulang karena berdasarkan pengalaman bahwa format desain yang telah
disiapkan hampir seluruhnya mengalami perubahan bahkan terkadang tidak dapat
digunkan sama sekali.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Desain
penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha
peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki
validitas internal dan validitas eksternal yang komprehensif.
Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu
penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel
atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak
terdapat manipulasi variabel
Penelitian eksperimen merupakan penyelidikan dengan
kondisi yang terkendali yang satu atau lebih variabel independen dimanipulasi
untuk melakukan uji hipotesis.
Penelitian studi kasus adalah sebuah metoda penelitian
yang secara khusus menyelidiki fenomena kontemporer yang terdapat dalam konteks
kehidupan nyata, yang dilaksanakan ketika batasan-batasan antara fenomena dan
konteksnya belum jelas, dengan menggunakan berbagai sumber data.
No comments:
Post a Comment