Thursday, 7 July 2016

DESAIN METOPEL PENELITIAN







BAB I

PENDAHULUAN

Desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki validitas internal dan validitas eksternal yang komprehensif.
Pada penelitian kualitatif, bentuk desain penelitian dimungkinkan bervariasi karena sesuai dengan bentuk alami penelitian kualitatif itu sendiri yang mempunyai sifat emergent dimana phenomena muncul sesuai dengan prinsip alami yaitu pehenomena apa adanya sesuai dengan yang dijumpai oleh seorang peneliti dalam proses penelitian dilapangan.
Penelitian kualitatif dapat dipandang juga sebagai penelitian partisipatif yang desain penelitiannya memiliki sifat fleksibel atau dimungkinkan untuk diubah guna menyesuaikan dari rencana yang telah dibuat, dengan gejala yang ada pada tempat penelitian yang sebenarnya. Oleh karena seorang peneliti belum mengetahui tentang responden dan apa yang akan ditanyakan kepada mereka, maka mereka diperbolehkan melakukan perubahan.
Dalam penelitian kualitatif, bacaan yang luas dan up to date merupakan syarat mutlak yang perlu dilakukan oleh seorang peneliti guna mendalami teori yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan.


BAB II

PEMBAHASAN

A.    Desain Penelitian

Desain Penelitian adalah rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitiannya. Rencana itu merupakan suatu skema menyeluruh yang mencakup program penelitian. Dalam desain penelitian, terangkung paparan mengenai hal-hal yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penulisan hipotesis dan implikasi operasional hipotesis tersebut sampai pada anaisis akhir terhadap data. Adapun suatu sturktur adalah kerangka, pengaturan, atau konfigurasi unsur-unsur struktur itu yang terhubungkan dengan cara-cara yang jelas serta tertentu. [1]

Beberapa contoh desain penelitian kualitatif diantaranya: fenomenologi, grounded theory, studi kasus, etnografi dan penelitian tindakan.

1.      Desain Fenomenologi

Istilah fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. Fenomenologi digunakan sebagai perspektif filosofi dan juga digunakan sebagai pendekatan dalam metodologi kualitatif. Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Studi fenomenologi mencoba mencari arti pengalaman dalam kehidupan. Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian, dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman dalam kehidupan. [2]
Tujuan dari penelitian fenomenologi adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut. Peneliti dalam pandangan fenomenologi berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang yang berada dalam situasi-situasi tertentu. Fenomenologi tidak berasumsi bahwa peneliti mengetahui arti sesuatu bagi orang-orang yang sedang diteliti oleh mereka, yang ditekankan oleh kaum fenomenologis ialah aspek subjektif dari perilaku orang. Mereka berusaha masuk ke dalam dunia konseptual para subjek yang ditelitinya sedemikian rupa sehingga mereka mengerti apa dan bagaimana suatu pengertian yang dikembangkan oleh mereka di sekitar peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

2.      Desain Etnografi

Studi mendalam mengenai tingkah laku yang alami yang berikatan dengan kebudayaan atau keseluruhan kelompok sosial. Etnografi mencoba memahami hubungan antara budaya dan tingkah laku dengan budaya dengan keyakinan/ kepercayaan, nilai, konsep, sikap dari sekelompok orang. Etnografi mengungkap apa yang seseorang lakukan dan menjelaskan mengapa mereka melakukan itu. Etnografer (peneliti etnografi) mendeskripsikan, menganalisis dan mengintepretasikan budaya sepanjang waktu menggunakan observasi dan studi lapangan sebagai strategi pengumpulan data primer. Hasil dari penelitian ini berupa gambaran budaya berdasar sudut pandang subyek penelitian yang sama dengan sudut pandang peneliti. Penelitian etnografi ini pada perkembangannya telah banyak digunakan dalam bidang pendidikan untuk memahami budaya kelas atau budaya sekolah.

3.      Disain Studi Kasus

Penelitian studi kasus adalah sebuah metoda penelitian yang secara khusus menyelidiki fenomena kontemporer yang terdapat dalam konteks kehidupan nyata, yang dilaksanakan ketika batasan-batasan antara fenomena dan konteksnya belum jelas, dengan menggunakan berbagai sumber data.
            Dalam Studi Kasus, peneliti menjelaskan secara mendalam banyak ciri dari sedikit kasus melalui satu durasi waktu. Jadi, penelitian kasus merupakan penelitian yang mempelajari secara intensif atau mendalam satu anggota dari kelompok sasaran suatu subjek penelitian.
Studikasuspadaintinyaadalahmenelitikehidupansatuataubeberapakomunitas, organisasiatauperorangan yang dijadikan unit analisis, denganmenggunakanpendekatankualitatif.
Contohpenelitianstudikasus :
Disuatukelasterdapatseorangsiswa yang sangatmenonjol, lain Dari yang lain. Jikadiajartidakpernahtenang, sifatnyakerassukamembantah.Sikapnyaberang.Tetapiprestasinyaluasbiasabaik.Siswasepertiinipantasdijadikan “kasus”, artinyadijadikansubjekdalampenelitiankasus.[3]

B.     Format Desain Penelitian Kualitatif

Berdasarkan pengalaman empiris dan kebutuhan terhadap setiap penelitian kualitatif, maka ada tiga format desain penelitian kualitatif yang umum digunakan saat ini, yaitu desain deskriptif, desain verifikatif, dan desain rounded research.

1.      Desain Deskriptif Kualitatif

Format  desain deskriptif kualitatif banyak memiliki kesamaan dengan desain deskripftif kuantitatif, karena itu desain deskriptif kualitatif bisa disebut pula dengan kuasi kualitatif atau desain kualitatif semu. Artinya, desain ini belum benar-benar kualitatif karena kontruksinya masih dipengaruhi oleh tardisi kuantitatif, terutama dalam dalam menempatkan teori pada data yang diperolehnya. Kontruksi desain deskriptif kualtatif dapat berbentuk sebagai berikut[4] :
PENDAHULUAN
A.    Judul Penelitian
B.     Latar Belakang Masalah
C.     Masalah Penelitian
D.    Tujuan Penelitian
E.     Tinjauan Pustaka/Teori dan Kesimpulan Teoretik yang digunakan.
METODE PENELITIAN
A.    Objek dan Informan Penelitian
B.     Cara Memperoleh Sumber Data (Informan) dan menentukan unit analisis data.
C.     Metode pengumpulan data dan keabsahaan data.
D.    Metode analisis data
E.     Rancangan pembahasan (Diskusi) hasil penelitian
F.      Rancangan Laporan Penelitian
HASIL PENELITIAN
A.    Penjelasan peneliti tentang pelaksanaan penelitian
B.     Penyajian dan analisis data
C.     Pembahasan hasil penelitian
D.    Trianggulasi untuk uji keabsahan data
PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Rekomendasi

2.      Desain Kualitatif Verifikatif

Format desain kualitatif verifikatif merupakan sebuah upaya pendekatan induktif terhadap seluruh proses penelian yang akan dilakukan, karena itu format desain penelitiannya secara total berbeda dengan format penelitian kuantitatif. Format penelitian kualitatif verifikatif lebih banyak mengontruksi format penelitian dan strategi memperoleh data dilapangan, sehingga kontruksi desain berbentuk sebagai berikut[5] :
PENDAHULUAN
a.       Menemukan tema penelitian yang diinginkan
b.      Memulai berfikir tentang metode yang akan digunakan
c.       Bagaimana memfokuskan cara berfikir dengan metode serta Research Question.
PENGGUNAAN METODE DAN PERLAKUAN TERHADAP DATA
a.       Cara menemukan Informan Penelitian
b.      Metode penelitian dan strategi menggunakan metode penelitian.
c.       Penggunaan dan bagaimana mengintegrasikan metode dan informan.
d.      Memutuskan penggunaan metode penelitian
e.       Membuat catatan harian
f.       Trianggulasi untuk antisipasi kelamahan proses analisis data dan sumber data yang digunakan.
LAPORAN PENELITIAN
a.        Bentuk draf laporan penelitian yang diharapkan (sesuai dengan kebutuhan penelitian), terus dan menyesuaikan bentuk yang sesuai
b.      Temuan-temuan penting dalam penelitian serta teorisasi yang dihasilkan.
c.       Trianggulasi tahap ke-2 untuk uji keabsahan data
d.      Simpulan dan rekomendasi-rekomendasi
e.       Finalisasi laporan penelitian

3.      Desain Grounded Research

Dipengaruhi oleh pandangan bahwa peneliti kualitatif tidak membutuhkan pengetahuan dan teori tentang objek penelitian untuk menstril subjektvitas peneliti, maka format desain Grounded Researc dikontruksi agar peneliti dapat mengembangkann semua pengetahuan dan teorinya setelah mengetahui permasalahan dan data dilapangan. Oleh karena itu format desainnya adalah sebagai berikut[6]:
Tahap I Observasi Pendahuluan
a.       Menemukan tema-tema pokok penelitian
b.      Menemukan Gatekeepers
c.       Menemukan gambaran umum tentang alu penelitian
Tahap II Pengumpulan Data
a.       Menemukan Informan
b.      Mewawancarai dan mengobservasi serta membuat catatan harian
c.       Menemukan informan baru
d.      Mengembangkan strategi wawancara dan observasi
e.       Menggunakan trianggulasi untuk menemukan kebenaran data
f.       Terus-menerus membuat catatan harian
Tahap III Pengumpulan Data Lanjutan
a.       Merevisi draf laporan penenlitian
b.      Menemukan kekurangan data dan informasi
c.       Membuang informasi yang tidak penting
d.      Menemukan informan baru
e.       Terus-menerus menggunakan trianggulasi
f.       Terus-menerus membuat catatan harian baru
g.      Memutuskan untuk menghentikan penelitian
h.      Mengembangkan draf laporan menjadi rancangan laporan akhir
i.        Peneliti meninggalkan lokasi penelitian.
Dalam taridisi penelitian kualitatif, ketiga format penelitian di atas bukanlah sesuatu ukuran baku yang tidak dapat diubah dan dikontruksi ulang karena berdasarkan pengalaman bahwa format desain yang telah disiapkan hampir seluruhnya mengalami perubahan bahkan terkadang tidak dapat digunkan sama sekali.



BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki validitas internal dan validitas eksternal yang komprehensif.
Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel
Penelitian eksperimen merupakan penyelidikan dengan kondisi yang terkendali yang satu atau lebih variabel independen dimanipulasi untuk melakukan uji hipotesis.
Penelitian studi kasus adalah sebuah metoda penelitian yang secara khusus menyelidiki fenomena kontemporer yang terdapat dalam konteks kehidupan nyata, yang dilaksanakan ketika batasan-batasan antara fenomena dan konteksnya belum jelas, dengan menggunakan berbagai sumber data.















No comments:

Post a Comment