CRITICAL BOOK REPORT
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dewasa ini tidak jarang kita temui remaja-remaja yang mengalami gangguan psikologis yang menghambat perkembangan remaja tersebut. Hal ini tentulah suatu hal yang perlu di atasi dan perlu mendapat tinjauan lebih lanjut. Gangguan pada remaja ini terutama di sebabkan oleh pengaruh psikologis. Dimana seorang remaja mengalami hambatan dalam mengembangkan kepribadiannya. Masa remaja merupakan masa mencari jati diri. Artinya pada remaja suka melihat permasalahan dengan menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. Perilaku remaja tersebut sangat beresiko misalnya masalah kesehatan. Karena itu, peran orangtua tetap penting sebagai pengawas mereka.
B. TUJUAN
Tujuan dari makalah ini untuk menjelaskan gambaran mengenai psikologi remaja kepada pembaca. Mengetahui apa yang di maksud dengan gangguan psikologi remaja, mengetahui gangguan yang paling sering di alami oleh remaja kebanyakan, memahami cara mengatasi gangguan psikologi pada remaja.
C. MANFAAT
Penulis membuat makalah ini mengharapkan agar memberi manfaat bagi semua pihak, baik bagi penulis, mahasiswa, serta pembaca. Hasil penulisan ini juga di harapkan menambah pengetahuan bagi para pembaca tentang psikologi remaja.
2 | P a g e
BAB II
ISI BUKU
BAB I DEFINISI REMAJA
Remaja adalah suatu masa dimana:
- Individu berkembang dari saat pertama kali Ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
- Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.
- Terjadi peralihan dari ketergantungan social ekonomi yang penuh pada keadaan yang relatif lebih mandiri.
Definisi Remaja Untuk Masyarakat Indonesia
- Di banyak masyarakat Indonesia, usia 11 tahun sudah di anggap akil balik, baik menurut adat maupun agama, sehingga masyarakat tidak lagi memperlakukan mereka sebagai anak-anak.
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Remaja Dalam Rangka Perkembangan Jiwa Manusia
Tahap-tahap perkembangan jiwa menurut Aristoteles:
- 0-7 tahun: masa kanak-kanak
- 7-14 tahun: masa anak-anak
- 14-21 tahun: masa dewasa muda
Tahap-tahap perkembangan jiwa menurut Rousseau:
- 0-4 atau 5 tahun: masa kanak-kanak
- 5-12 tahun: masa bandel
- 12-15 tahun: masa bangkitnya akal, nalar dan kesadaran diri
- 15-20 tahun: masa kesempurnaan remaja/puncak perkembangan emosi
Tahap-tahap perkembangan jiwa menurut Bloss:
- Remaja awal
- Remaja madya
- Remaja akhir
BAB III PERKEMBANGAN FISIK REMAJA
A. Pada Anak Perempuan
- Pertumbuhan tulang-tulang
- Pertumbuhan payudara
- Tumbuh bulu yang halus dan lurus berwarna gelap di kemaluan
- Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimal setiap tahunnya
- Bulu kemaluan menjadi keriting
- Haid
- Tumbuh bulu-bulu ketiak
B. Pada Anak Laki-Laki
- Pertumbuhan tulang-tulang
- Testis membesar
- Tumbuh bulu kemaluan
- Awal perubahan suara
- Ejakulasi
- Tumbuh rambut halus di wajah
- Tumbuh bulu ketiak
- Akhir perubahan suara
- Tumbuh bulu di dada
C. Hormon-Hormon Seksual
- Kelenjar bawah otak
- Testis
- Indung telur
BAB IV PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS REMAJA
A. Pembentukan Konsep Diri
- Pemekaran diri sendiri
- Kemampuan untuk melihat diri sendiri secara objektif
- Memiliki falsafah hidup tertentu
B. Perkembangan Intelegensi
Jenis-jenis Intelegensi yaitu:
- Bodily kinesthetic: kecerdasan yang terkait dengan gerakan anggota tubuh
- Interpersonal: kecerdasan yang terkait dengan hubungan dengan orang lain
- Verbal linguistic kemampuan yang terkait dengan kata-kata lisan maupun tertulis
- Logical mathematical: menyangkut logika, penggunaan akal, abstraksi dan angka
- Intrapersonal: kemampuan utama adalah introspeksi diri
- Visual spatial: kemampuan yang tinggi dalam mengambil keputusandalam bidang penglihatan dan ruang
- Musical: kecerdasan musical terkait dengan irama, music, nada, dan pendengaran
C. Perkembangan Peran Sosial
D. Perkembangan Peran Gender
E. Perkembangan Moral dan Religi
BAB V REMAJA SEBAGAI SUBKULTUR
A. Masyarakat Transisi
B. Remaja dan Masyarakat Transisi
C. Remaja Sebagai Anggota Keluarga
D. Remaja Disekolah
E. Remaja Dalam Masyarakat
BAB VI PERILAKU SEKSUAL REMAJA
A. Faktor-Faktor Penyebab Masalah Seksualitas Pada Remaja
- Meningkatnya libido seksualitas
- Penundaan usia perkawinan
- Tabu-larangan
- Kurangnya informasi tentang seks
- Pergaulan yang makin bebas
B. Nilai Seksual Pada Pria dan Wanita
- Dari pada wanita, laki-laki lebih cenderung menyatakan bahwa mereka sudah berhubungan seks dan sudah aktif berperilaku seksual
- Remaja putri menghubungkan seks dengan cinta
- Sebagian besar dari hubungan seks remaja di awali dengan agresivitas pada remaja pria dan selanjutnya remaja putrinya lah yang menentukan sampai batas mana agresivitas pria itu terpenuhi
- Remaja pria cenderung menekan dan memaksa remaja putri untuk berhubungan seks, namun ia sendiri tidak merasa memaksa
C. Kelainan Dan Gangguan Seksual
Jenis-jenis gangguan seksual pada umumnya:
- Gangguan identitas jenis
- Parafilia
- Disfungsi psikoseksual
- Gangguan psikoseksual
BAB VII PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA
A. Kenakalan Remaja
- Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain
- Kenakalan yang menimbulkan korban materi
- Kenakalan social yang tidak menimbulkan korban di pihak orang lain
- Kenakalan yang melawan status
B. Penyalahgunaan Narkoba
Jenis-jenis narkoba:
- Opium
- Heroin
- Shabu-shabu
- Ekstasi
- Putaw
- Ganja
C. Psikopatologi Pada Remaja
Jenis-jenis gangguan jiwa pada praremaja:
- Gangguan neurosis
- Takut kepada sekolah
- Keterasingan
- Kenakalan anak
- Retardasi mental
- Gangguan organis
- Gangguan kepribadian
D. Penanganan Terhadap Perilaku Menyimpang Remaja
- Kepercayaan
- Kemurnian hati
- Kemampuan mengerti dan menghayati perasaan remaja
- Kejujuran
- Mengutamakan persepsi remaja sendiri
- Penanganan individual
- Penanganan keluarga
- Penanganan kelompok
- Penanganan pasangan
BAB III
PEMBAHASAN
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Manusia adalah suatu makhluk somato-psiko-sosial dan karena itu maka semua pendekatan terhadap manusia harus menyangkut semua unsur somatic, psikologi, dan social. Remaja adalah mereka yang berusia antara 12-21 tahun. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Perkembangan psikologis di tekankan pada keadaan emosi remaja. Kenakalan remaja itu sendiri merupakan perbuatan pelanggaran norma-norma baik norma hokum maupun norma social.
B. SARAN
Berdasarkan critical book yang saya buat, mungkin ada tambahan-tambahan untuk mengisi kekurangan-kekurangan dalam critical book ini. Saran dari semuanya akan saya kumpulkan untuk memberi semangat dan acuan dalam penulisan critical book ini.
DAFTAR PUSTAKA
Andrini , D. R. (2000). Intensi orangtua untuk memberikan pendidikan seks kepada anak remajanya. Skripsi. Jakarta: fakultas psikologi UI
Aditya, Prita. (2009). Gambaran kecemburuan pada kaum homoseksual pria di Jakarta. Skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi UI
Bertens, K. (1980). Memperkenalkan psikoanalisis Sigmund freud. Jakarta: Gramedia
Dapartemen Kesehatan (1993). Pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa di Indonesia III, Cetakan Pertama. Jakarta: Depkes
Dirjen PPM dan PLP, Depkes RI. 1999. Laporan kasus HIV/AIDS s/d Maret 1999
No comments:
Post a Comment