Monday, 5 December 2016

Model Pembelajaran Kreatif Talking Stick







MODEL PEMBELAJARAN
KREATIF TALKING STICK




Model pembelajaran Talking Stick adalah suatu model pembelajaran kelompok Tetapi dalam penerapan model pembelajaran ini, dengan memanfaatkan tongkat oleh sebab itulah disebut Talking Stick (tongkat berbicara). Pada model pembelajaran Snowball Throwing setiap
siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola lalu dilempar ke siswa
lain.
Bagi kelompok yang memegang tongkat terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari guru. Sebelumnya siswa sudah mempelajari materi pokoknya. Kegiatan tersebut diulang terus-menerus sampai semua kelompok mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan dari guru.
Langkah-langkah
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick 

Guru menyiapkan sebuah tongkat yang kira-kira panjangnya 20 cm.
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4-6 siswa
Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari
Guru memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran.
Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana.
Setelah siswa selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilahkan siswa untuk menutup isi bacaan.
Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.

Salah satu model pembelajaran yang didasarkan pada pandangan kontruktivisme adalah pembelajaran kooperatif. Menurut Kagan (2000:1), belajar kooperatif adalah suatu istilah yang digunakan dalam prosedur pembelajaran interaktif, dimana siswa belajar bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk memecahkan berbagai masalah. Setiap siswa tidak hanya menyelesaikan tugas individunya, tetapi juga berkewajiban membantu tugas teman kelompoknya, sampai semua anggota kelompok memahami suatu konsep.


Menurut
Roger, dkk dalam Miftahul Huda (2011:29) pembelajaran kooperatifmerupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara social di antara kelompok-kelompok belajar yang di dalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota yang lain. Menurut Anita Lie (2008:12), mendefinisikan pembelajaran kooperatif atau pembelajaran bergotong royong merupakan sistem pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerjasama sesamanya pada saat mengerjakan tugas terstruktur.

Sedangkan menurut
Eggen dan Kauchak dalam Hasan Fauzi Maufur  (2009:129)pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Di dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok–kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dan kegiatan belajar. Selama bekerja dalam kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru dan saling membantu teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan belajar.

Sementara
itu, Johnson & Johnson dalam Kagan (2000:1) mengemukakan pendapat bahwa belajar kooperatif adalah strategi belajar yang menggunakan kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok dengan siswa dari tingkat kemampuan berbeda, menggunakan aktivitas belajar yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadqap suatu konsep.

Berdasarkan
pengertian pembelajaran kooperatif yang dikemukakan para ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah kegiatan belajar mengajar dalam suatu kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda, tiap anggota kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai hasil belajar yang baik

Pembelajaran
Kooperatif Tipe Talking Stick Talking adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa inggris yang berarti berbicara. Talking Stick (tongkat berbicara) adalah metode  yang pada mulanya digunakan
oleh  penduduk  asli  Amerika  untuk  mengajak semua  orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum (pertemuan antar suku). Talking  Stick(tongkat  berbicara) telah  digunakan  selama  berabad-abad  oleh suku-suku Indian  sebagai  alat menyimak secara  adil dan  tidak memihak. Tongkat berbicara  sering digunakan kalangan dewan untuk memutuskan siapa yang mempunyai  hak  berbicara. Pada saat  pimpinan rapat mulai berdiskusi dan membahas masalah, ia harus memegang tongkat.
Tongkat akan  pindah  ke  orang  lain  apabila  ia ingin  berbicara  atau menanggapinya. Dengan cara ini tongkat berbicara akan berpindah dari satu orang ke orang lain jika orang  tersebut  ingin  mengemukakan pendapatnya. Apabila semua sudah mendapatkan giliran berbicara, tongkat itu
lalu dikembalikan lagi  ke  ketua/pimpinan  rapat. 
Talking Stick termasuk salah satu model pembelajaran kooperatif. Menurut Kagan (2000:1), belajar kooperatif adalah suatu istilah yang digunakan dalam prosedurpembelajaran interaktif, dimana siswa belajar bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk memecahkan berbagai masalah. Setiap siswa tidak hanya menyelesaikan tugas individunya, tetapi juga berkewajiban membantu tugas teman kelompoknya, sampai semua anggota kelompok memahami suatu konsep. Sedangkan menurut  Johnson & Johnson dalam Kagan (2000:1) model pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar yang menggunakan kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok dengan siswa dari tingkat kemampuan berbeda, menggunakan aktivitas belajar yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadqap suatu konsep.

Fujioka
dalam jurnal  yang berjudul The Talking Stick: An American Indian Tradition in the ESL Classroom mengemukakan  bahwa “The Talking Stick was
a method used by native Americans, to let everyone speak their  mind during
a  council  meeting,  a type  of  tribal
meeting. According  to  the  indigenous  American's
tradition,  the  Stick  was imbued  with
spiritual  qualities,  that  called  up  the
spirit  of  their ancestors to guide them in making good decisions. The Stick ensured
that all members, who  wished to speak, had  their  ideas
heard. All members of the circle were valued equally”.

Model Pembelajaran Talking Stick ini adalah sebuah Model Pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara memberi kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah dan keharus paks aan sepanjang tidak merugikan bagi peserta didik dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri.



Tujuan Model PembelajaranTalking Stick
Metode Talking Stick termasuk dalam pembelajaran kooperatif karena memiliki ciri-ciri
yang sesuai dengan pembelajaran kooperatif yaitu: 
1)Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi
belajarnya. 
2)Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
3)Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis
kelamin yang berbeda.
4)Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu.

Sebagai Model
Pembelajaran cooperative, Model Pembelajaran Talking Stickbertujuan meningkatkan cara belajar siswa menuju belajar lebih baik, sikap tolong-menolong dalam beberapa perilaku sosial. Pembelajaran dengan  model Talking Stick bertujuan untuk mendorong peserta didik untuk berani  mengemukakan  pendapat.  Selain itu, Model Pembelajaran Talking Stick sebagai PembelajaranCooperative juga bertujuan untuk mengembangkan sikap saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara kelompok (Isjoni 2010:21). Sedangkan menurut Eggen and Kauchak (1996: 279) pembelajaran kooperatif termasuk Model Pembelajaran Talking
Stick bertujuan  untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, memberik an kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya.

Kelebihan pada Model Pembelajaran Talking Stick
Model pembelajaran Talking  Stick  termasuk  salah satu  Model Pembelajaran kooperatif.  Model pembelajaran  ini dilakukan  dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi pokoknya. Pembelajaran Talking  Stick  sangat cocok  diterapkan  bagi peserta  didik SD,  SMP,  dan SMA/SMK.  Slain  untuk  melatih  berbicara, pembelajaran  ini  akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat peserta didik aktif.

Adapun beberapa Kelebihan pada Model Pembelajaran Talking Stick diantaranya
adalah :
a. Menguji kesiapan peserta didik dalam pembelajaran
b. Melatih peserta didik memahami materi dengan cepat
c. Memacu  agar peserta  didik lebih  giat  belajar (belajar  dahulu  sebelum pelajaran dimulai)
d. Peserta didik berani mengemukakan pendapat
e. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik

Model Pembelajaran  ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi,  kepercayaan diri dan life skill yang mana pendekatan tersebut ditu jukan untuk memunculkan emosi dan sikap positif belajar dalam proses belajar mengajar yang berdampak pada peningkatan kecerdasan otak.

Sedangkan kelemahan  strategi  ini  diantaranya  membuat  senam jantung,  membuat peserta didik  tegang, ketakutan  akan pertanyaan  yang akan diberikan oleh guru.

Langkah
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick
Model
pembelajaran Talking Stick diawal dengan penjelasan guru mengenai materi  pokok
yang akan dipelajari.  Kemudian dengan bantuan Stick (tongkat) yang bergulir
peserta  didik  dituntun  untuk merefleksikan atau mengulang
kembali materi yang sudah dipelajari dengan cara menjawab pertanyaan dari guru.
Siapa yang memegang tongkat, dialah yang wajib menjawab pertanyaan (talking).


Bahan Bacaan:                                                  
Anita Lie. 2008, Cooperatif Learning, Mempraktikkkan Cooperatif Learning di Ruang-Ruang Kelas.(Jakarta:Kencana,
Hasan Fauzi Maufur. 2009. Sejuta Jurus Mengajar Mangasikkan. (Semarang: Sindur Press.
Isjoni, 2010. cooperative Learning, Bandung: Alfabeta
Kimberly Fujioka, “The Talking Stick: An American Indian Tradition in the ESL
Classroom”, dalam The Internet TESL Journal Vol. IV No. 9, http://iteslj.org/,diakses 10 Maret 2015. 
Miftahul Huda. 2011. Cooperatif Learning, Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan). (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Suyatno, 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif, (Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka, 



No comments:

Post a Comment