MODEL PEMBELAJARAN
KREATIF TALKING STICK
KREATIF TALKING STICK
Model pembelajaran Talking Stick adalah suatu model pembelajaran kelompok Tetapi dalam penerapan model pembelajaran ini, dengan memanfaatkan tongkat oleh sebab itulah disebut Talking Stick (tongkat berbicara). Pada model pembelajaran Snowball Throwing setiap
siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola lalu dilempar ke siswa
lain.
siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola lalu dilempar ke siswa
lain.
Bagi kelompok yang memegang tongkat terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari guru. Sebelumnya siswa sudah mempelajari materi pokoknya. Kegiatan tersebut diulang terus-menerus sampai semua kelompok mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan dari guru.
Langkah-langkah
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick
Guru menyiapkan sebuah tongkat yang kira-kira panjangnya 20 cm.
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick
Guru menyiapkan sebuah tongkat yang kira-kira panjangnya 20 cm.
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4-6 siswa
Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari
Guru memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran.
Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana.
Setelah siswa selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilahkan siswa untuk menutup isi bacaan.
Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
Salah satu model pembelajaran yang didasarkan pada pandangan kontruktivisme adalah pembelajaran kooperatif. Menurut Kagan (2000:1), belajar kooperatif adalah suatu istilah yang digunakan dalam prosedur pembelajaran interaktif, dimana siswa belajar bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk memecahkan berbagai masalah. Setiap siswa tidak hanya menyelesaikan tugas individunya, tetapi juga berkewajiban membantu tugas teman kelompoknya, sampai semua anggota kelompok memahami suatu konsep.
Menurut
Roger, dkk dalam Miftahul Huda (2011:29) pembelajaran kooperatifmerupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara social di antara kelompok-kelompok belajar yang di dalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota yang lain. Menurut Anita Lie (2008:12), mendefinisikan pembelajaran kooperatif atau pembelajaran bergotong royong merupakan sistem pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerjasama sesamanya pada saat mengerjakan tugas terstruktur.
Roger, dkk dalam Miftahul Huda (2011:29) pembelajaran kooperatifmerupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara social di antara kelompok-kelompok belajar yang di dalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota yang lain. Menurut Anita Lie (2008:12), mendefinisikan pembelajaran kooperatif atau pembelajaran bergotong royong merupakan sistem pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerjasama sesamanya pada saat mengerjakan tugas terstruktur.
Sedangkan menurut
Eggen dan Kauchak dalam Hasan Fauzi Maufur (2009:129)pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Di dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok–kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dan kegiatan belajar. Selama bekerja dalam kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru dan saling membantu teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan belajar.
Eggen dan Kauchak dalam Hasan Fauzi Maufur (2009:129)pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Di dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok–kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dan kegiatan belajar. Selama bekerja dalam kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru dan saling membantu teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan belajar.
Sementara
itu, Johnson & Johnson dalam Kagan (2000:1) mengemukakan pendapat bahwa belajar kooperatif adalah strategi belajar yang menggunakan kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok dengan siswa dari tingkat kemampuan berbeda, menggunakan aktivitas belajar yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadqap suatu konsep.
itu, Johnson & Johnson dalam Kagan (2000:1) mengemukakan pendapat bahwa belajar kooperatif adalah strategi belajar yang menggunakan kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok dengan siswa dari tingkat kemampuan berbeda, menggunakan aktivitas belajar yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadqap suatu konsep.
Berdasarkan
pengertian pembelajaran kooperatif yang dikemukakan para ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah kegiatan belajar mengajar dalam suatu kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda, tiap anggota kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai hasil belajar yang baik
pengertian pembelajaran kooperatif yang dikemukakan para ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah kegiatan belajar mengajar dalam suatu kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda, tiap anggota kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai hasil belajar yang baik
Pembelajaran
Kooperatif Tipe Talking Stick Talking adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa inggris yang berarti berbicara. Talking Stick (tongkat berbicara) adalah metode yang pada mulanya digunakan
oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum (pertemuan antar suku). Talking Stick(tongkat berbicara) telah digunakan selama berabad-abad oleh suku-suku Indian sebagai alat menyimak secara adil dan tidak memihak. Tongkat berbicara sering digunakan kalangan dewan untuk memutuskan siapa yang mempunyai hak berbicara. Pada saat pimpinan rapat mulai berdiskusi dan membahas masalah, ia harus memegang tongkat.
Kooperatif Tipe Talking Stick
oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum (pertemuan antar suku). Talking Stick(tongkat berbicara) telah digunakan selama berabad-abad oleh suku-suku Indian sebagai alat menyimak secara adil dan tidak memihak. Tongkat berbicara sering digunakan kalangan dewan untuk memutuskan siapa yang mempunyai hak berbicara. Pada saat pimpinan rapat mulai berdiskusi dan membahas masalah, ia harus memegang tongkat.
Tongkat akan pindah ke orang lain apabila ia ingin berbicara atau menanggapinya. Dengan cara ini tongkat berbicara akan berpindah dari satu orang ke orang lain jika orang tersebut ingin mengemukakan pendapatnya. Apabila semua sudah mendapatkan giliran berbicara, tongkat itu
lalu dikembalikan lagi ke ketua/pimpinan rapat.
lalu dikembalikan lagi ke ketua/pimpinan rapat.
Talking Stick termasuk salah satu model pembelajaran kooperatif. Menurut Kagan (2000:1), belajar kooperatif adalah suatu istilah yang digunakan dalam prosedurpembelajaran interaktif, dimana siswa belajar bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk memecahkan berbagai masalah. Setiap siswa tidak hanya menyelesaikan tugas individunya, tetapi juga berkewajiban membantu tugas teman kelompoknya, sampai semua anggota kelompok memahami suatu konsep. Sedangkan menurut Johnson & Johnson dalam Kagan (2000:1) model pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar yang menggunakan kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok dengan siswa dari tingkat kemampuan berbeda, menggunakan aktivitas belajar yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadqap suatu konsep.
Fujioka
dalam jurnal yang berjudul The Talking Stick: An American Indian Tradition in the ESL Classroom mengemukakan bahwa “The Talking Stick was
a method used by native Americans, to let everyone speak their mind during
a council meeting, a type of tribal
meeting. According to the indigenous American's
tradition, the Stick was imbued with
spiritual qualities, that called up the
spirit of their ancestors to guide them in making good decisions. The Stick ensured
that all members, who wished to speak, had their ideas
heard. All members of the circle were valued equally”.
dalam jurnal yang berjudul The Talking Stick: An American Indian Tradition in the ESL Classroom mengemukakan bahwa “The Talking Stick was
a method used by native Americans, to let everyone speak their mind during
a council meeting, a type of tribal
meeting. According to the indigenous American's
tradition, the Stick was imbued with
spiritual qualities, that called up the
spirit of their ancestors to guide them in making good decisions. The Stick ensured
that all members, who wished to speak, had their ideas
heard. All members of the circle were valued equally”.
Model Pembelajaran Talking Stick ini adalah sebuah Model Pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara memberi kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah dan keharus paks aan sepanjang tidak merugikan bagi peserta didik dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri.
Tujuan Model PembelajaranTalking Stick
Metode Talking Stick termasuk dalam pembelajaran kooperatif karena memiliki ciri-ciri
yang sesuai dengan pembelajaran kooperatif yaitu:
yang sesuai dengan pembelajaran kooperatif yaitu:
1)Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi
belajarnya.
belajarnya.
2)Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
3)Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis
kelamin yang berbeda.
kelamin yang berbeda.
4)Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu.
Sebagai Model
Pembelajaran cooperative, Model Pembelajaran Talking Stickbertujuan meningkatkan cara belajar siswa menuju belajar lebih baik, sikap tolong-menolong dalam beberapa perilaku sosial. Pembelajaran dengan model Talking Stick bertujuan untuk mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat. Selain itu, Model Pembelajaran Talking Stick sebagai PembelajaranCooperative juga bertujuan untuk mengembangkan sikap saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara kelompok (Isjoni 2010:21). Sedangkan menurut Eggen and Kauchak (1996: 279) pembelajaran kooperatif termasuk Model Pembelajaran Talking
Stick bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, memberik an kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya.
Pembelajaran cooperative, Model Pembelajaran Talking Stickbertujuan meningkatkan cara belajar siswa menuju belajar lebih baik, sikap tolong-menolong dalam beberapa perilaku sosial. Pembelajaran dengan model Talking Stick bertujuan untuk mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat. Selain itu, Model Pembelajaran Talking Stick sebagai PembelajaranCooperative juga bertujuan untuk mengembangkan sikap saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara kelompok (Isjoni 2010:21). Sedangkan menurut Eggen and Kauchak (1996: 279) pembelajaran kooperatif termasuk Model Pembelajaran Talking
Stick bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, memberik an kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya.
Kelebihan pada Model Pembelajaran Talking Stick
Model pembelajaran Talking Stick termasuk salah satu Model Pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi pokoknya. Pembelajaran Talking Stick sangat cocok diterapkan bagi peserta didik SD, SMP, dan SMA/SMK. Slain untuk melatih berbicara, pembelajaran ini akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat peserta didik aktif.
Adapun beberapa Kelebihan pada Model Pembelajaran Talking Stick diantaranya
adalah :
adalah :
a. Menguji kesiapan peserta didik dalam pembelajaran
b. Melatih peserta didik memahami materi dengan cepat
c. Memacu agar peserta didik lebih giat belajar (belajar dahulu sebelum pelajaran dimulai)
d. Peserta didik berani mengemukakan pendapat
e. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik
Model Pembelajaran ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi, kepercayaan diri dan life skill yang mana pendekatan tersebut ditu jukan untuk memunculkan emosi dan sikap positif belajar dalam proses belajar mengajar yang berdampak pada peningkatan kecerdasan otak.
Sedangkan kelemahan strategi ini diantaranya membuat senam jantung, membuat peserta didik tegang, ketakutan akan pertanyaan yang akan diberikan oleh guru.
Langkah
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick
Model
pembelajaran Talking Stick diawal dengan penjelasan guru mengenai materi pokok
yang akan dipelajari. Kemudian dengan bantuan Stick (tongkat) yang bergulir
peserta didik dituntun untuk merefleksikan atau mengulang
kembali materi yang sudah dipelajari dengan cara menjawab pertanyaan dari guru.
Siapa yang memegang tongkat, dialah yang wajib menjawab pertanyaan (talking).
pembelajaran Talking Stick diawal dengan penjelasan guru mengenai materi pokok
yang akan dipelajari. Kemudian dengan bantuan Stick (tongkat) yang bergulir
peserta didik dituntun untuk merefleksikan atau mengulang
kembali materi yang sudah dipelajari dengan cara menjawab pertanyaan dari guru.
Siapa yang memegang tongkat, dialah yang wajib menjawab pertanyaan (talking).
Bahan Bacaan:
Anita Lie. 2008, Cooperatif Learning, Mempraktikkkan Cooperatif Learning di Ruang-Ruang Kelas.(Jakarta:Kencana,
Hasan Fauzi Maufur. 2009. Sejuta Jurus Mengajar Mangasikkan. (Semarang: Sindur Press.
Isjoni, 2010. cooperative Learning, Bandung: Alfabeta
Kimberly Fujioka, “The Talking Stick: An American Indian Tradition in the ESL
Classroom”, dalam The Internet TESL Journal Vol. IV No. 9, http://iteslj.org/,diakses 10 Maret 2015.
Classroom”, dalam The Internet TESL Journal Vol. IV No. 9, http://iteslj.org/,diakses 10 Maret 2015.
Miftahul Huda. 2011. Cooperatif Learning, Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan). (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Suyatno, 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif, (Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka,
No comments:
Post a Comment