CRITICAL
BOOK REPORT
DISUSUN
O
L
E
H
NAMA :
NIM :
MATA KULIAH :
Perkembangan Peserta Didik
PENDIDIKAN
LUAR SEKOLAH
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa karena berkatnya saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.
Meskipun banyak hambatan yang saya alami dalam proses pengerjaannya, tapi saya
berhasil menyelesaikan karya ilmiah ini tepat pada waktunya. Tidak lupa saya
sampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing. Karena itu saya berharap semoga
karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama. Saya
menyadari bahwa dalam menyusun karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan,
untuk itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
guna sempurnanya makalah ini. Saya berharap semoga karya tulis ini bisa
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR_______________________________________________
DAFTAR
ISI______________________________________________________
BAB
I: PENDAHULUAN____________________________________________
A.
LATAR
BELAKANG_________________________________________
B.
TUJUAN___________________________________________________
C.
MANFAAT_________________________________________________
BAB
II: ISI BUKU__________________________________________________
BAB III: PEMBAHASAN____________________________________________
A.
IDENTITAS
BUKU___________________________________________
B.
PENILAIAN
TERHADAP BUKU________________________________
C.
KEUNGGULAN_____________________________________________
D.
KELEMAHAN_______________________________________________
BAB IV: PENUTUP_________________________________________________
A.
KESIMPULAN____________________________________________
B.
SARAN_________________________________________________
DAFTAR PUSTAKA________________________________________________
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Dewasa ini tidak jarang kita
temui remaja-remaja yang mengalami gangguan psikologis yang menghambat
perkembangan remaja tersebut. Hal ini tentulah suatu hal yang perlu di atasi
dan perlu mendapat tinjauan lebih lanjut. Gangguan pada remaja ini terutama di
sebabkan oleh pengaruh psikologis. Dimana seorang remaja mengalami hambatan
dalam mengembangkan kepribadiannya. Masa remaja merupakan masa mencari jati
diri. Artinya pada remaja suka melihat permasalahan dengan menyelesaikan
masalah dengan caranya sendiri. Perilaku remaja tersebut sangat beresiko
misalnya masalah kesehatan. Karena itu, peran orangtua tetap penting sebagai
pengawas mereka.
B.
TUJUAN
Tujuan
dari makalah ini untuk menjelaskan gambaran mengenai psikologi remaja kepada
pembaca. Mengetahui apa yang di maksud dengan gangguan psikologi remaja,
mengetahui gangguan yang paling sering di alami oleh remaja kebanyakan,
memahami cara mengatasi gangguan psikologi pada remaja.
C.
MANFAAT
Penulis
membuat makalah ini mengharapkan agar memberi manfaat bagi semua pihak, baik
bagi penulis, mahasiswa, serta pembaca. Hasil penulisan ini juga di harapkan
menambah pengetahuan bagi para pembaca tentang psikologi remaja.
BAB II
ISI BUKU
BAB I DEFINISI REMAJA
Remaja adalah suatu
masa dimana:
-
Individu
berkembang dari saat pertama kali Ia menunjukkan tanda-tanda seksual
sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
-
Individu
mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak
menjadi dewasa.
-
Terjadi
peralihan dari ketergantungan social ekonomi yang penuh pada keadaan yang
relatif lebih mandiri.
Definisi Remaja Untuk
Masyarakat Indonesia
-
Di
banyak masyarakat Indonesia, usia 11 tahun sudah di anggap akil balik, baik
menurut adat maupun agama, sehingga masyarakat tidak lagi memperlakukan mereka
sebagai anak-anak.
BAB II TINJAUAN TEORI
A.
Remaja
Dalam Rangka Perkembangan Jiwa Manusia
Tahap-tahap
perkembangan jiwa menurut Aristoteles:
-
0-7
tahun: masa kanak-kanak
-
7-14
tahun: masa anak-anak
-
14-21
tahun: masa dewasa muda
Tahap-tahap
perkembangan jiwa menurut Rousseau:
-
0-4
atau 5 tahun: masa kanak-kanak
-
5-12
tahun: masa bandel
-
12-15
tahun: masa bangkitnya akal, nalar dan kesadaran diri
-
15-20
tahun: masa kesempurnaan remaja/puncak perkembangan emosi
Tahap-tahap
perkembangan jiwa menurut Bloss:
-
Remaja
awal
-
Remaja
madya
-
Remaja
akhir
BAB III PERKEMBANGAN FISIK REMAJA
A.
Pada
Anak Perempuan
-
Pertumbuhan
tulang-tulang
-
Pertumbuhan
payudara
-
Tumbuh
bulu yang halus dan lurus berwarna gelap di kemaluan
-
Mencapai
pertumbuhan ketinggian badan yang maksimal setiap tahunnya
-
Bulu
kemaluan menjadi keriting
-
Haid
-
Tumbuh
bulu-bulu ketiak
B.
Pada
Anak Laki-Laki
-
Pertumbuhan
tulang-tulang
-
Testis
membesar
-
Tumbuh
bulu kemaluan
-
Awal
perubahan suara
-
Ejakulasi
-
Tumbuh
rambut halus di wajah
-
Tumbuh
bulu ketiak
-
Akhir
perubahan suara
-
Tumbuh
bulu di dada
C.
Hormon-Hormon
Seksual
-
Kelenjar
bawah otak
-
Testis
-
Indung
telur
BAB IV PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS REMAJA
A.
Pembentukan
Konsep Diri
-
Pemekaran
diri sendiri
-
Kemampuan
untuk melihat diri sendiri secara objektif
-
Memiliki
falsafah hidup tertentu
B.
Perkembangan
Intelegensi
Jenis-jenis
Intelegensi yaitu:
-
Bodily
kinesthetic: kecerdasan yang terkait dengan gerakan anggota tubuh
-
Interpersonal:
kecerdasan yang terkait dengan hubungan dengan orang lain
-
Verbal
linguistic kemampuan yang terkait dengan kata-kata lisan maupun tertulis
-
Logical
mathematical: menyangkut logika, penggunaan akal, abstraksi dan angka
-
Intrapersonal:
kemampuan utama adalah introspeksi diri
-
Visual
spatial: kemampuan yang tinggi dalam mengambil keputusandalam bidang penglihatan dan ruang
-
Musical:
kecerdasan musical terkait dengan irama, music, nada, dan pendengaran
C.
Perkembangan
Peran Sosial
D.
Perkembangan
Peran Gender
E.
Perkembangan
Moral dan Religi
BAB V REMAJA SEBAGAI SUBKULTUR
A.
Masyarakat
Transisi
B.
Remaja
dan Masyarakat Transisi
C.
Remaja
Sebagai Anggota Keluarga
D.
Remaja
Disekolah
E.
Remaja
Dalam Masyarakat
BAB VI PERILAKU SEKSUAL REMAJA
A.
Faktor-Faktor
Penyebab Masalah Seksualitas Pada Remaja
-
Meningkatnya
libido seksualitas
-
Penundaan
usia perkawinan
-
Tabu-larangan
-
Kurangnya
informasi tentang seks
-
Pergaulan
yang makin bebas
B.
Nilai
Seksual Pada Pria dan Wanita
-
Dari
pada wanita, laki-laki lebih cenderung menyatakan bahwa mereka sudah berhubungan
seks dan sudah aktif berperilaku seksual
-
Remaja
putri menghubungkan seks dengan cinta
-
Sebagian
besar dari hubungan seks remaja di awali dengan agresivitas pada remaja pria
dan selanjutnya remaja putrinya lah yang menentukan sampai batas mana
agresivitas pria itu terpenuhi
-
Remaja pria cenderung menekan dan memaksa
remaja putri untuk berhubungan seks, namun ia sendiri tidak merasa memaksa
C.
Kelainan
Dan Gangguan Seksual
Jenis-jenis
gangguan seksual pada umumnya:
-
Gangguan
identitas jenis
-
Parafilia
-
Disfungsi
psikoseksual
-
Gangguan
psikoseksual
BAB VII PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA
A.
Kenakalan
Remaja
-
Kenakalan
yang menimbulkan korban fisik pada orang lain
-
Kenakalan
yang menimbulkan korban materi
-
Kenakalan
social yang tidak menimbulkan korban di pihak orang lain
-
Kenakalan
yang melawan status
B.
Penyalahgunaan
Narkoba
Jenis-jenis
narkoba:
-
Opium
-
Heroin
-
Shabu-shabu
-
Ekstasi
-
Putaw
-
Ganja
C.
Psikopatologi
Pada Remaja
Jenis-jenis
gangguan jiwa pada praremaja:
-
Gangguan
neurosis
-
Takut
kepada sekolah
-
Keterasingan
-
Kenakalan
anak
-
Retardasi
mental
-
Gangguan
organis
-
Gangguan
kepribadian
D.
Penanganan
Terhadap Perilaku Menyimpang Remaja
-
Kepercayaan
-
Kemurnian
hati
-
Kemampuan
mengerti dan menghayati perasaan remaja
-
Kejujuran
-
Mengutamakan
persepsi remaja sendiri
-
Penanganan
individual
-
Penanganan
keluarga
-
Penanganan
kelompok
-
Penanganan
pasangan
BAB III
PEMBAHASAN
BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Manusia adalah suatu makhluk somato-psiko-sosial
dan karena itu maka semua pendekatan terhadap manusia harus menyangkut semua
unsur somatic, psikologi, dan social. Remaja adalah mereka yang berusia antara
12-21 tahun. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Masa remaja
adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri.
Perkembangan psikologis di tekankan pada keadaan emosi remaja. Kenakalan remaja
itu sendiri merupakan perbuatan pelanggaran norma-norma baik norma hokum maupun
norma social.
B.
SARAN
Berdasarkan critical book yang
saya buat, mungkin ada tambahan-tambahan untuk mengisi kekurangan-kekurangan
dalam critical book ini. Saran dari semuanya akan saya kumpulkan untuk memberi
semangat dan acuan dalam penulisan critical book ini.
DAFTAR PUSTAKA
Andrini , D. R. (2000). Intensi
orangtua untuk memberikan pendidikan seks kepada anak remajanya. Skripsi.
Jakarta: fakultas psikologi UI
Aditya, Prita. (2009). Gambaran
kecemburuan pada kaum homoseksual pria di Jakarta. Skripsi. Jakarta: Fakultas
Psikologi UI
Bertens, K. (1980).
Memperkenalkan psikoanalisis Sigmund freud. Jakarta: Gramedia
Dapartemen Kesehatan (1993).
Pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa di Indonesia III, Cetakan
Pertama. Jakarta: Depkes
Dirjen PPM dan PLP, Depkes RI.
1999. Laporan kasus HIV/AIDS s/d Maret 1999